Musim hujan tiba, kenali ciri-ciri terkena DBD pada anak-anak selain demam tinggi

Kamis, 25 November 2021 | 15:03 WIB Sumber: Kompas.com
Musim hujan tiba, kenali ciri-ciri terkena DBD pada anak-anak selain demam tinggi

ILUSTRASI. Musim hujan tiba, kenali ciri-ciri terkena DBD pada anak-anak selain demam tinggi

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kenali ciri-ciri terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD). Saat musim hujan tiba, penyakit DBD rawan terjadi.

DBD adalah salah satu masalah kesehatan yang rawan menyerang anak-anak di musim penghujan. Mengenali ciri-ciri terkena DBD akan mempercepat anak-anak mendapat penangangan medis secara tepat.

Ciri-ciri DBD pada anak terkadang mirip dengan flu, sehingga masalah kesehatan ini terlambat dideteksi. Padahal, penanganan medis yang tepat penting untuk mengatasi demam berdarah.

Untuk meningkatkan kewaspadaan pada masalah kesehatan yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini, kenali beberapa ciri-ciri DBD pada anak, cara mengatasi, sampai kapan perlu waspada dengan penyakit ini.

Baca Juga: Inilah cara mencegah demam berdarah, gejala, dan penyebabnya

Ciri-ciri DBD pada anak

Melansir Baby Centre, ada beberapa ciri-ciri DBD pada anak yang biasanya dirasakan penderitanya. Berikut ciri-ciri DBD pada anak-anak:

  • Demam tinggi, suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat Celsius
  • Rewel dan gelisah
  • Badan lemas dan kerap mengantuk
  • Sering menangis
  • Gusi pendarahan atau hidung mimisan
  • Muncul ruam di kulit
  • Sering muntah, bisa sampai tiga kali sehari
  • Bagian belakang mata terasa sakit, terutama saat bola mata digerakkan
  • Badan terasa sakit karena nyeri otot dan sendi
  • Sakit kepala
  • Tidak selera makan, atau enggan menyusu
  • Mual-mual

Ciri-ciri DBD pada anak biasanya muncul selang empat sampai sepuluh hari setelah si kecil digigit nyamuk Aedes Aegypti yang terinfeksi virus dengue. Oleh karena itu, kita harus selalu memeriksa kondisi anak jika ada masalah kesehatan.

Cara mengatasi DBD pada anak

Jika Anda mendapati beberapa gejala DBD pada anak, segera konsultasikan ke dokter agar dilakukan pemeriksaan kesehatan. Selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter biasanya juga menyarankan tes darah untuk memastikan diagnosis.

Tidak ada obat khusus untuk demam berdarah. Dokter biasanya meresepkan obat parasetamol untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Anda juga dapat mengupayakan beberapa cara mengatasi DBD pada anak berikut:

  • Pastikan anak cukup istirahat
  • Berikan banyak cairan untuk diminum anak agar tidak dehidrasi
  • Berikan makanan bergizi agar proses pemulihan penyakitnya bisa berjalan optimal
  • Kompres demam anak agar suhu tubuhnya lekas turun

Selain beberapa cara di atas, orangtua dan pengasuh juga perlu waspada dengan perubahan kondisi tubuh anak ketika menjalani proses pemulihan ketika terkena penyakit demam berdarah.

Kapan perlu waspada dengan ciri-ciri DBD pada anak?

Ketika anak terkena penyakit DBD, para orangtua dan pengasuh tak boleh lengah. Pasalnya, demam berdarah memiliki fase mirip pelana kuda. Di tahap awal penyakit, pasien akan tampak sangat sakit kemudian demam turun, sehingga banyak orang menganggap penyakit sudah sembuh.

Pada saat demam turun di bawah 38 derajat Celsius ini, terkadang beberapa penderita DBD yang tidak mendapatkan penanganan medis tepat mulai mengalami komplikasi yang berpotensi fatal.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Anda perlu segera membawa si kecil ke rumah sakit apabila gejala DBD pada anak sampai menyebabkan:

  • Sakit perut parah Muntah terus menerus
  • Napas jadi pendek-pendek atau cepat
  • Muntah darah
  • Gelisah terus-menerus
  • Sangat lemas atau tidak sadarkan diri

Beberapa ciri-ciri DBD pada anak di atas menunjukkan demam berdarah memasuki fase kritis. Di fase kritis DBD ini, penderita demam berdarah membutuhkan observasi dan perawatan medis tepat setidaknya selama 24-48 jam. Tujuannya, untuk mencegah komplikasi sampai kematian.

Itulah beberapa ciri-ciri DBD pada anak-anak. Saat musim hujan tiba, kita perlu meningkatkan kewaspadaan untuk mendeteksi ciri-ciri DBD pada anak-anak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "12 Gejala DBD (Demam Berdarah) pada Anak yang Pantang Disepelekan",


Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah

 

 

Selanjutnya: Taspen tingkatkan sinergi dalam melakukan reformasi layanan terhadap ASN

Editor: Adi Wikanto
Terbaru