kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.114   84,00   0,47%
  • IDX 5.883   9,17   0,16%
  • KOMPAS100 764   0,92   0,12%
  • LQ45 583   0,33   0,06%
  • ISSI 203   0,40   0,20%
  • IDX30 330   -0,48   -0,15%
  • IDXHIDIV20 408   -2,39   -0,58%
  • IDX80 87   0,24   0,27%
  • IDXV30 110   -0,58   -0,52%
  • IDXQ30 106   -0,50   -0,47%

Moms, inilah obat yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui


Jumat, 25 Desember 2020 / 11:38 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Ibu Menyususi Anak


Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Penggunaan obat pada ibu menyusui harus dilakukan secara hati-hati. Sebab, sebagian obat-obatan akan dikeluarkan melalui Air Susu Ibu (ASI) meskipun jumlahnya sangat kecil. 

Selain itu, beberapa kandungan dalam obat yang diminum ibu menyusui memiliki pengaruh buruk terhadap bayi. 

Mengutip dari buku berjudul Tanaman Obat untuk Masa Kehamilan & Pasca-Melahirkan, karya Lestari Handayani, obat yang dikonsumsi ibu harus aman dan diberikan paling lambat 30-60 menit setelah menyusui atau 3-4 jam sebelum ibu menyusui lagi. 

Lantas, apa saja jenis obat yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui? 

Baca Juga: Cara merawat payudara ibu hamil di trimester tiga

Obat yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui

obat yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui
obat yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui

Berikut beberapa jenis obat yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui: 

  • Sulfonamide (sulfa) yang dipakai untuk obat diare dapat menyebabkan kern icterus (bayi kuning). 
  • Tetracycline bisa menyebabkan tooth staining (gigi warna kuning). 
  • Chloramphenicol bisa menyebabkan supresi (mengganggu atau menghambat kerja) sumsum tulang yang berfungsi memproduksi sel-sel darah. 
  • Obat sedative dan hipnotik (penenang) bisa menyebabkan sedasi (mengantuk) dan gangguan refleks menyusui. 

Penggunaan jamu pun harus hati-hati, karena kadang-kadang bayi bisa mencret.  Jika keadaan ini terjadi, sebaiknya ibu menghentikan konsumsi jamu. 

Selama menghentikan mengonsumsi jamu, perhatikan keadaan bayinya, apakah tetap mencret atau tidak.  Konsumsi jamu mungkin dapat dilanjutkan jika usia bayi sudah agak besar. 

Selanjutnya: ​Mengenal depresi post partum, masalah mental pada ibu baru melahirkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×