Minat masyarakat pada vaksin dosis ketiga cukup tinggi meski berbayar

Senin, 22 November 2021 | 19:17 WIB   Reporter: Avanty Nurdiana, Bidara Pink, Dityasa H. Forddanta, Maizal Walfajri, Ridwan Nanda Mulyana
Minat masyarakat pada vaksin dosis ketiga cukup tinggi meski berbayar

ILUSTRASI. Minat masyarakat pada vaksin dosis ketiga cukup tinggi meski berbayar ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/wsj.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Vaksinasi Covid-19 dosis ketiga alias booster akan dilakukan pada tahun depan. Namun, vaksin Covid-19 ketiga ini akan dikenai biaya. 
Pengusaha, petinggi perusahaan dan masyarakat luas sepertinya tidak mempermasalahkan biaya. Masyarakat hanya berharap vaksinasi dosis kedua sudah memenuhi target dan harga yang dikenakan terjangkau.

Harus Selalu Prokes Ketat

Kasus Covid-19 memang sudah mulai menurun. Namun untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap ancaman Covid-19, pemerintah akan menggelar program vaksin ketiga atau booster. Meski begitu, menjalankan protokol kesehatan wajib selalu dijalani meski ada vaksin booster. 

Baca Juga: Pemerintah naikkan level PPKM daerah dengan tingkat vaksinasi kurang dari 50%

Melisa Y, pekerja swasta sekaligus ibu rumah tangga menyambut baik vaksin booster ini. Sebab vaksin Covid-19 ketiga ini memberi tambahan perlindungan dari Covid-19 dan merasa lebih teraman. “Tidak masalah kalau ada vaksin ketiga untuk memperkuat efikasi vaksin yang sudah diperoleh. Tapi harapannya vaksin tersebut bisa diakses secara gratis bagi masyarakat,” ujar dia, Minggu (11/12).

Melisa merasa vaksin booster lebih dibutuhkan kepada para pekerja yang memiliki risiko terpapar lebih tinggi seperti pelayan publik atau tenaga kesehatan. Sedangkan untuk masyarakat umum bila berbayar akan memberatkan terlebih untuk vaksin penguat saja. 

Melisa menilai, kunci dalam memerangi Covid-19, tidak hanya pada vaksin. Menurut dia, penerapan protokol kesehatan juga berperan penting dalam melindungi diri dan orang yang disayangi. Karena itu, wajib untuk selalu memakai masker, menjaga jarak dan lainnya. 

Bisa Test Kekebalan Tubuh

Program booster atau dosis ketiga vaksin Covid-19 bisa mempercepat proses kekebalan masyarakat. Namun, vaksin ini berbayar. 

Dokter Residen Ilmu Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dr. Caesar Givani berpandangan, selama vaksin booster ini bisa transparan dari hulu ke hilir, tidak menjadi masalah jika berbayar. Namun, target cakupan vaksinasi dosis pertama dan kedua harus tercapai. Lalu untuk vaksin booster dosis ketiga, tenaga kesehatan (nakes) juga perlu menjadi prioritas. "Untuk vaksin kedua harapannya segera mencapai 50% populasi. Target itu dikebut dulu, lalu booster dijalankan untuk umum," saran Caesar, Minggu (21/11). 

Baca Juga: Gejala Covid-19 ini perlu Anda waspadai setelah divaksin

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia pun tak masalah vaksin booster berbayar. 
Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Bernardus Irmanto mengingatkan vaksin dosis ketiga tergantung dari kekebalan individu. Saat ini, ada test antibodi untuk mengetahui tingkat kekebalan. "Saya kira tergantung kekebalan masing-masing. Ketika tingkat kekebalan turun, saya kira perlu vaksin ulangan supaya mendapatkan proteksi tambahan. Masalah vaksin berbayar, saya mengikuti kebijakan pemerintah," sebut dia.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) Olivia Surodjo menilai cukup fair jika vaksin booster dilakukan secara berbayar, asalkan harganya tetap terjangkau. "Vaksin booster ketiga berbayar cukup fair selama harganya affordable. Karena tidak semua mengambil vaksin ketiga. Bisa check antibodi dulu, siapa tahu belum perlu untuk vaksin ketiga," ujar Olivia.

Tak Keberatan Membayar

Vaksinasi Covid-19 dosis ketiga harus dikenai biaya. Meski begitu, masyarakat umum tidak keberatan jika harus membayar. 

Alamsyah Saputra, seorang pekerja swasta di Tangerang, menyambut baik adanya vaksin booster ini. Ia meyakini ini bisa memberi tambahan perlindungan dari virus tersebut. Ia pun tak mempermasalahkan bila vaksin booster akan dikenakan biaya. “Tidak masalah kalau ada biayanya. Namun, baiknya biaya yang harus dikeluarkan tidak terlalu mahal,” kata dia, Sabtu (10/11). Apalagi, pekerjaannya di industri kreatif yang mengharuskan bertemu banyak orang. 

Berlian, karyawan swasta juga mempermasalahkan jika harus membayar. Informasi vaksin dosis ketiga pun dia ketahui dari sejumlah media. Ada sejumlah vaksin yang menjadi kandidat vaksin berbayar, seperti Sinovac, Astra Zeneca, Pfizer, Moderna, dan lainnya. 

Baca Juga: Antusiasme sambut vaksin booster, asal terjangkau, berbayar pun bisa jadi pilihan

Editor: Avanty Nurdiana
Terbaru