Antusiasme sambut vaksin booster, asal terjangkau, berbayar pun bisa jadi pilihan

Senin, 22 November 2021 | 10:25 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Antusiasme sambut vaksin booster, asal terjangkau, berbayar pun bisa jadi pilihan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Vaksinasi menjadi salah satu langkah penting dalam transisi melewati pandemi covid-19. Program booster atau dosis ketiga vaksin Covid-19 diharapkan bisa mempercepat penanganan pandemi. Tapi yang menjadi catatan, bagaimana jika vaksin booster ini berbayar?

Menanggapi hal tersebut, Dokter Residen Ilmu Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dr. Caesar Givani berpandangan bahwa selama vaksin booster Covid-19 ini bisa transparan dari hulu ke hilir, tidak menjadi soal jika disediakan dengan kuota mandiri alias berbayar. Hal ini diharapkan bisa mempercepat cakupan vaksin booster.

Namun sebagai catatan, target cakupan untuk vaksinasi dosis pertama dan kedua harus terlebih dulu tercapai. Lalu untuk vaksin booster dosis ketiga, tenaga kesehatan (nakes) juga perlu menjadi prioritas.

"Semoga target 70% warga Indonesia menerima vaksin dosis pertama bisa segera tercapai terlebih dulu. Untuk vaksin kedua harapannya segera mencapai 50% populasi. Target itu dikebut dulu, lalu booster mulai dijalankan lebih gencar untuk umum," ujar Caesar saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (21/11).

Baca Juga: Varian gejala Virus Corona ini tetap wajib Anda waspadai

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia juga menilai tak menjadi soal jika vaksin booster dilakukan secara berbayar. Pasalnya selama ini vaksinasi covid-19 di Indonesia untuk dosis pertama dan kedua sudah cukup bagus di tengah banyaknya tantangan mulai dari jumlah penduduk, luasan hingga sebaran wilayah.

"Saya rasa cukup fair jika vaksin booster dilakukan secara berbayar," kata Hendra.

Di sisi lain, Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Bernardus Irmanto mengingatkan bahwa vaksin dosis ketiga tergantung dari kekebalan masing-masing individu. Saat ini ada test antibodi untuk mengetahui tingkat kekebalan seseorang. Mengenai kebijakan vaksin booster, Bernardus meyakini pemerintah memiliki pertimbangan khusus, termasuk kondisi keuangan negara.

"Terkait dengan dosis ketiga, saya kira tergantung dari “kekebalan” masing-masing. Ketika tingkat kekebalan turun, saya kira perlu melakukan vaksin ulangan supaya kita mendapatkan proteksi tambahan. Masalah vaksin berbayar, saya mengikuti kebijakan pemerintah," sebut Bernardus.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) Olivia Surodjo juga menilai cukup fair jika vaksin booster dilakukan secara berbayar, asalkan harganya tetap terjangkau. "Vaksin booster ketiga berbayar saya pikir cukup fair selama harganya affordable. Karena tidak perlu semua mengambil vaksin ketiga. Bisa check antibody dulu, siapa tahu belum perlu untuk vaksin ketiga," ujar Olivia.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Berkenalan dengan vaksin Covovax, vaksin Covid-19 terbaru yang disetujui BPOM

Editor: Handoyo .
Terbaru