kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Mewarnai dan meluruskan rambut tingkatkan risiko kanker payudara


Kamis, 09 Januari 2020 / 12:30 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

Selain itu, seseorang yang sering menggunakan produk pewarna rambut dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

"Dalam penelitian kami melihat meningkatnya risiko kanker payudara terkait dengan penggunaan pewarna rambut dan efeknya lebih kuat pada perempuan Afrika-Amerika, terutama mereka yang sering menggunakannya," kata Alexandra White, Penulis Koresponden Penelitian.

Obat kimia pelurus rambut juga dikaitkan dengan naiknya risiko kanker payudara.

Meski sudah melakukan penelitian dan mendapatkan hasil, para ilmuwan masih enggan menyimpulkan dengan tegas hubungan pewarnaan dan pelurusan rambut dengan meningkatnya risiko kanker payudara.

Baca Juga: Perempuan obesitas di atas 50 tahun beresiko tinggi terkena kanker

Hal tersebut terjadi karena penelitian sebelumnya tidak mendapatkan kesimpulan yang sama. Maka, harus dilakukan penelitian yang sama untuk memastikan hasilnya.

"Meskipun terlalu dini untuk membuat rekomendasi, menghindari bahan kimia (pewarna permanen dan pelurus rambut) mungkin baik dilakukan untuk mengurangi risiko kanker payudara" kata Dale Sandler.

Sumber : American Cancer Society 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×