Penulis: Ryan Suherlan
KONTAN.CO.ID - Bersin dan batuk sering dianggap hal sepele, padahal kebiasaan ini bisa menjadi sumber penyebaran penyakit yang sangat cepat.
Para ahli kesehatan dunia menegaskan bahwa batuk harus menutup mulut karena droplet atau percikan air liur dapat membawa virus dan bakteri yang menular ke orang lain dalam hitungan detik.
Kebiasaan sederhana ini bahkan menjadi salah satu protokol kesehatan utama yang direkomendasikan oleh World Health Organization dan Centers for Disease Control and Prevention untuk mencegah penyebaran penyakit pernapasan.
Baca Juga: Gosok Gigi Malam: Rahasia Senyum Sehat, Jangan Sepelekan Risikonya!
Lantas mengapa bersin dan batuk harus menutup mulut?
Batuk dan Bersin Menyebarkan Droplet Penyakit
Alasan utama batuk harus menutup mulut adalah karena batuk dan bersin menghasilkan droplet atau percikan kecil dari saluran pernapasan. Menurut WHO, droplet ini dapat keluar saat seseorang batuk, bersin, berbicara, bahkan bernyanyi, dan dapat membawa virus yang masuk ke hidung, mulut, atau mata orang lain di dekatnya. Dalam jarak kurang dari satu meter saja, seseorang sudah berisiko tertular penyakit jika terkena droplet tersebut.
Itulah sebabnya batuk harus menutup mulut menjadi kebiasaan penting dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa penutup, droplet bisa langsung menyebar ke udara dan menempel pada orang atau benda di sekitar.
Baca Juga: Campak Masih Bunuh 95.000 Orang Setahun, WHO: Vaksin Telah Selamatkan 59 Juta Nyawa
Penyakit Berbahaya Bisa Menyebar Lewat Batuk
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menyebutkan bahwa batuk harus menutup mulut karena berbagai penyakit serius menyebar melalui batuk dan bersin. Beberapa penyakit tersebut antara lain influenza, RSV, batuk rejan, hingga COVID-19. Droplet dari batuk juga bisa menempel di permukaan benda yang kemudian disentuh orang lain.
Ini berarti, ketika seseorang tidak menutup mulut saat batuk, penyebaran penyakit tidak hanya melalui udara, tetapi juga melalui tangan dan benda yang disentuh setelahnya.
Droplet Batuk Bisa Menyebar Lebih Jauh dari yang Diperkirakan
Penelitian yang dikutip dalam laporan kesehatan internasional menunjukkan bahwa droplet batuk dan bersin dapat menyebar hingga beberapa meter, bahkan dalam kondisi tertentu dapat bertahan di udara selama beberapa waktu. Partikel kecil dari batuk bisa tetap melayang dan meningkatkan risiko penularan, terutama di ruang tertutup.
Fakta ini semakin menegaskan bahwa batuk harus menutup mulut bukan hanya sekadar sopan santun, tetapi juga langkah penting untuk melindungi orang lain dari paparan penyakit.
Baca Juga: Rubella Ancam 100.000 Bayi Cacat Lahir Setiap Tahun, WHO: Vaksin Beri Kekebalan 95%
Menutup Mulut Saat Batuk Mengurangi Risiko Penularan
CDC menjelaskan bahwa kebiasaan batuk harus menutup mulut dapat membatasi penyebaran kuman dan virus ke lingkungan sekitar. Mereka juga menyarankan untuk menggunakan tisu atau bagian dalam siku, bukan tangan, agar kuman tidak berpindah ke benda lain yang disentuh.
Langkah sederhana ini terbukti efektif mengurangi penyebaran penyakit pernapasan, terutama di tempat umum seperti kantor, sekolah, atau transportasi publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













