kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Mendengkur? Coba cara sederhana ini untuk menguranginya


Senin, 22 Februari 2021 / 23:40 WIB


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Mendengkur bukanlah kabar baik bagi pasangan tidur Anda dan diri Anda sendiri. Terlepas dari kebisingan malam yang membuat semua orang di sekitar Anda terjaga, mendengkur bukanlah pertanda Anda tidur nyenyak juga. 

Faktanya, pasangan Anda mengeluh bahwa Anda tidak hanya mendengkur keras tetapi juga terdengar seperti terengah-engah atau tersedak saat tidur. kalau sudah begini, Anda mungkin menderita apnea tidur obstruktif (OSA).

Cukup mengkhawatirkan, karena otot di bagian belakang tenggorokan Anda rileks dan kolaps saat tidur, bahkan saat Anda mencoba bernapas. Ini menutup jalan napas dan memicu penurunan suplai oksigen ke organ Anda, terutama otak.

Untuk membuat Anda tetap hidup, tubuh Anda beralih ke mode perlindungan diri dan memaksa Anda untuk bangun sebentar untuk membuka jalan napas lagi, Dr Tan Teck Shi, pimpinan klinis untuk lokakarya pernapasan di SingHealth Polyclinics, Singapura, mengatakan.

Baca Juga: 5 Gangguan tidur ini bikin ngantuk sepanjang hari

Inilah mengapa, pasien OSA mendengkur lebih keras dan lebih keras seperti kresendo. Kemudian, dengkuran berhenti dan diikuti dengan napas yang terdengar seperti mendengus. "Simfoni" ini berulang lagi sepanjang malam.

Dan, OSA ternyata adalah kondisi umum yang terlihat di antara orang Singapura. Menurut Dr Tan, lebih dari 1.000 pasien mengunjungi SingHealth Polyclinics setiap bulan, dan mereka mengeluhkan kondisi mendengkur.

Diagnosis sudah keluar dan Anda memang mengidap OSA. Lalu, apa langkah berikutnya? 

Salah satu cara sederhana adalah tidur miring. "Pasien cenderung lebih sedikit mendengkur dalam posisi ini dibandingkan tidur telentang," kata Dr Tan kepada Channel News Asia.

Baca Juga: Anda susah tidur? Ini beberapa penyebabnya




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×