Mencegah pasien Covid-19 memburuk dan mempercepat proses pemulihan

Jumat, 10 September 2021 | 10:52 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Mencegah pasien Covid-19 memburuk dan mempercepat proses pemulihan

ILUSTRASI. Perawatan pasien Covid-19


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesian Society of Respirology (ISR) mengadakan pertemuan ilmiah 16thNational Congress of Indonesian Society of Respirology (Konas PDPI) in conjunction with 1th Indonesian Chronic Lung Desease International Meeting  2021 diadakan pada hari 1-4 September 2021.

Pertemuan ini menyoroti isu-isu penting yang saat ini mempengaruhi praktik kedokteran dan spesialisasi yang disampaikan narasumber terkemuka baik dari internasional maupun nasional untuk membahas kemajuan di bidang Pulmonology dan Respiratory serta penanganan terkini Covid-19.

Sejumlah perusahaan farmasi hadir salah satunya PT Natura Nuswantara Nirmala dengan 2 produk unggulannya adalah Onoiwa MX dan Rafa Homsah. Pada event Konas PDPI ini dibahas mengenai manfaat Onoiwa MX dan Rafa Khomsah. 

Onoiwa MX, yaitu polyherbal yang mengandung ekstrak ikan gabus, temulawak dan daun kelor sudah memiliki no paten P00201908169. Produk ini disebut mencegah perburukan serta  mempercepat pemulihan pada pasien Covid-19 kategori sedang.  

Baca Juga: 5 Manfaat aplikasi PeduliLindungi, bukan hanya unduh sertifikat vaksin

Dokter Lusi Nursilawati Syamsi, peneliti langsung dari produk Onoiwa MX pada pasien Covid-19 serta merupakan ketua Satgas Covid-19 di RS Sentra Medika Cisalak menuturkan bahwa pertama, ikan gabus dapat menurunkan proses inflamasi yaitu insulin like growth factors 1 (IGF-1) dan stess oksidatif.

Albumin menstabilkan dan meningkatkan transportasi Curcumin pada target virus intraseluler , meningkatkan efektivitas kombinasi kelor dan obat obatan memblokir virus SARS CoV-2 untuk fusi atau masuk ke sel, strategi efektif pengobatan infeksi virus. Peran albumin pada penghambatan pembentukan thrombus, antitrombosis dan antioksidan. Menjaga hipercoagulapati darah dg mencegah vasculitis dan injuri di organ lain.

Kedua, temulakawa memiliki kandungan kurkumin yang mempunyai fungsi meredakan nyeri sendi dan tulang, menurunkan lemak darah dan sebagai antioksidan Curcumin sebagai antihepatotoksik , merangsang sel hati membuat empedu, mencegah hepatitis dan ganguan hati, membantu menurunkan kadar SGOT dan SGPT Merangsang fungsi pankreas, menambah selera makan, mampu merangsang metabolisme sistem hormon dan fisiologi tubuh. 

Curcumin penghambatan sintesis protein dan penghambatan sintesis asam nukleat dinding sel, mengubah permeabilitas membran sel dan transport aktif melalui membran sel.

Ketiga, daun kelor. Pada molecular docking memiliki 4 komponen zat aktif kaempferol (A), pterygospermin (B), morphine (C) dan quercetin (D) menghambat energi pada target obat virus COVID-19 Mpro (Main protease) (3CLpro) dan RdRp (RNA- dependent RNA polymerase) (nsp12).

Baca Juga: Badan Obat Eropa: Varian Mu berpotensi lebih mengkhawatirkan dibanding Delta

Sementara itu, dokter M.Arifin Nawas, guru besar dan staf pengajar respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) mengatakan, Rafa Khomsah sebagai polyherbal yang mengandung ekstrak jinten hitam, meniran, temulawak, daun jambu biji dan beras merah sebagai super poten antioksidan untuk meningkatkan sistem imun dan menjaga kesehatan fungsi hati pada pasien Covid-19. 

Arifin menjelaskan, Rafa Khomsah mengandung sumber vitamin serupa vitamin C dari jambu merah dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh, mengandung zinc serta sebagai antiinflamasi dari jintan hitam, kandungan kurkumin dalam temulawak sebagai hepatoprotektor dan dapat meningkatkan nafsu makan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kandungan aktif yang berasal dari bahan alam sangat berpotensi dalam adjuvant terapy pada pasien Covid-19 dengan derajat sedang, kandungannya satu sama lain saling bersinergi untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjadikan tubuh lebih prima. 

Selanjutnya: Penyuntikan vaksin Moderna dan Pfizer tak perlu lagi surat rekomendasi, ini lokasinya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru