| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.392
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Memahami neurosains dan kebahagian pengaruhi produktivitas

Senin, 16 April 2018 / 17:07 WIB

Memahami neurosains dan kebahagian pengaruhi produktivitas
ILUSTRASI. ilustrasi kesehatan karyawan, pekerja, tenaga kerja

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Faktor kebahagiaan telah terbukti mempengaruhi produktivitas dalam perusahaan. Bagaimana mencapainya? Salah satu cara adalah mengenal penerapan ilmu otak atau neurosains pada industri dan bidang lainnya. Hal ini penting bagi semua level terutama pada pemimpin perusahaan.

Kesimpulan ini terpapar dalam Seminar ‘Happy Brain at Work’: Inspiring Talks from the Chief of Happiness Officers yang diadakan SINTESA atau Asosiasi Sinergi Terapan Neurosains Indonesia di Aston Rasuna Hotel, Jakarta, baru-baru ini. 

Seminar tersebut dihadiri sejumlah pemimpin perusahaan seperti, Josephine Satyono Indonesia (Executive Director Global Compact Network UN),  Herni Lukitomo (Chief Happiness Officer Darya Varia Laboratoria Indonesia), dan Mardi Wu (President Director Nutrifood).

"Hidup sehat itu bukan sekedar fisik namun juga pikiran. Kami benar-benar jalankan dalam keseharian kami di tempat kerja," ujar Mardi Wu dalam pemaparannya dalam keterangan pers, Senin (16/4).

Menurutnya, Nutrifood memprioritaskan karyawan yang memiliki visi besar bukan sekedar alasan keuangan saja. Terlebih bagi para pemimpin yang bisa memberikan pengaruh. "Bagi kami menjadi pemimpin di perusahaan adalah yang mampu menularkan suasana bahagia," tambah Wu lagi.

Dengan suasana bahagia, Nutrifood telah mengukur keterlibatan dan kesehatan karyawan. Terbukti terus meningkat. "Tentu saja, kondisi ini menyebabkan perusahaan bisa lebih profitable," tuturnya.

Herni Lukitomo, Chief Happiness Officer Darya Varia Laboratoria Indonesia juga mengatakan hal senada. Ia merasakan pengalamannya sebagai profesional di berbagai industri seperti farmasi, penerbangan, hingga broadcasting.

Menurutnya Herni, walaupun masing-masing industri punya karakteristik yang berbeda, namun pada akhirnya hanya ada manusia di dalamnya. Dengan program coaching, dan berbagai pendekatan kegembiraan lainnya, ternyata ada hasil yang efektif. 

"Saya ajak untuk semua terlibat misalnya lewat, games, saya buat suasana warna-warni yang menyenangkan. Akhirnya indeks keterlibatan karyawan naik dan bisa mendorong performa perusahaan," kata Herni.

Baginya mengenal neurosains sangat penting. Terutama ketika menghadapi tantangan stres di tempat kerja. "Saya suka neurosains, jadi saya bisa mengenal otak bekerja dan seolah bisa mengendalikannya," katanya.

Josephine Satyono Indonesia Executive Director Global Compact Network United Nations menambahkan, PBB sendiri menempatkan tujuan keberhasilan membangun manusia itu lebih luas. Target tersebut tertuang dalam Millennium Development Goals atau MDGs yang terdiri dari 17 capaian.

Menariknya, menurut Josephine, 17 target tersebut terdiri 3 level bagian yang tanpa sengaja tersusun. Pertama adalah level human, ke dua adalah harmonisasi dengan alam, dan ke tiga adalah tujuan spiritual.  

Begitu penting menempatkan level manusia termasuk dalam orientasi dalam bisnis pada perusahaan. Ia menegaskan 17 target sudah disetujui oleh negara-negara dan juga berbagai perusahaan.


Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto

KESEHATAN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0411 || diagnostic_web = 0.2066

Close [X]
×