Medix membidik potensi pasar kesehatan Indonesia

Kamis, 19 Agustus 2021 | 19:29 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Medix membidik potensi pasar kesehatan Indonesia

ILUSTRASI. Sigal Atzmon, CEO & Presiden Medix, perusahaan penyedia layanan manajemen medis personal

Baca Juga: Terdampak pandemi Covid-19, 1.691 karyawan Garuda Indonesia (GIAA) pensiun dini

Layanan Medix meliputi Layanan Manajemen Kasus Pribadi Global, Layanan Manajemen Pencegahan Penyakit, layanan dukungan terkait Covid-19, Solusi Kesehatan Digital, Strategi Kesehatan, dan Layanan Tata Kelola Medis kepada perusahaan asuransi, perusahaan besar, dan lembaga pemerintah. Layanan jarak jauh digital perusahaan didukung oleh jaringan terakreditasi berkualitas lebih dari 4.000 dokter spesialis, dokter, dan perawat.

Medix Group yang memiliki kantor di London, Hong Kong, Shanghai, Singapura, Jakarta, Kuala Lumpur, Bangkok, Tel Aviv, dan Melbourne dengan jumlah klien lebih dari enam juta anggota di lebih dari 90 negara.

Medix menawarkan kliennya layanan bernilai tambah di dunia layanan kesehatan. Tim medis Medix terdiri dari 300 dokter internal serta tenaga perawat, ahli riset, tim administrasi medis, dan jaringan global lebih dari 4.000 tenaga medis dan 2.000 rumah sakit terkemuka yang terakreditasi.  

“Pandemi ini merevolusi sistem perawatan kesehatan, dengan mendorong kesadaran terhadap manfaat layanan kesehatan digital yang dapat menyelamatkan nyawa,” tambah Sigal.

“Misalnya, konsultasi virtual akan tetap ada dan survei menunjukkan bahwa banyak orang lebih menyukainya, terutama karena hasil yang cepat. Pemerintah juga menyadari bahwa sistem perawatan kesehatan membutuhkan investasi dan reformasi yang mendesak, untuk membangun model yang lebih siap menghadapi krisis di masa depan.”

Medix memperkirakan bahwa sebagian besar dari kita akan segera mengakses perawatan medis melalui alat kesehatan digital. Aplikasi yang dipersonalisasi akan memungkinkan kita memasukkan data kesehatan kita dan mendapatkan informasi yang lebih baik tentang perawatan dan penyakit.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, 19 Agustus: Tambah 22.053 kasus baru, disiplin pakai masker

Tenaga kesehatan kemudian akan dapat sepenuhnya memantau data dan berinteraksi dari jarak jauh dengan pasien, memungkinkan dokter memiliki pemahaman yang lebih baik dan lebih terinformasi tentang kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien.

Data yang dikumpulkan juga akan mengarah pada peningkatan skrining, diagnosis, dan perawatan masyarakat secara keseluruhan. Pada saat yang sama, privasi harus dilindungi dan keamanan medis harus terjamin.

“Ada ruang untuk harapan dalam pandemi yang mengerikan ini. Digitalisasi akan menjadi penyeimbang dalam perawatan kesehatan. Ini akan mengurangi jam kerja dokter, mengurangi jumlah pasien yang harus dirawat di rumah sakit, dan memberikan informasi kesehatan penting dan alat diagnostik untuk penduduk kaya maupun miskin, penduduk kota maupun desa terpencil, dengan cara yang aman, lebih terjangkau, dan berkelanjutan,” kata Sigal.

Editor: Yudho Winarto
Terbaru