kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Masalah Kesehatan Gusi, Benarkah Produk Tembakau Alternatif Sebagai Pemicunya?


Kamis, 13 Juli 2023 / 15:19 WIB
Masalah Kesehatan Gusi, Benarkah Produk Tembakau Alternatif Sebagai Pemicunya?
ILUSTRASI. Sakit gigi


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengurangan bahaya tembakau menjadi topik utama dalam Global Forum on Nicotine 2023 (GFN23) yang diselenggarakan secara hybrid beberapa waktu lalu.

Konferensi internasional yang mengusung tema “Tobacco harm reduction - the next decade” tersebut dihadiri ilmuwan, peneliti, dokter, dan analis kebijakan ternama dari berbagai negara untuk memaparkan hasil penelitian, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pengendalian tembakau.

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr Amaliya turut menjadi panelis dalam diskusi tersebut dengan memaparkan hasil kajian klinis bertajuk “Nikotin dan Respon Gusi Pada Pengguna Vape vs Perokok Saat Mengalami Peradangan Gusi Buatan (Gingivitas Eksperimental)”.

Dr Amaliya menjelaskan penelitian ini bertujuan mengetahui dampak dari produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, bagi pertahanan gusi terhadap bakteri plak gigi pada para pengguna produk tembakau alternatif yang telah beralih dari rokok dibandingkan dengan perokok dan bukan perokok.

Baca Juga: 5 Manfaat Kapulaga Untuk Kesehatan yang Menarik Diketahui, Catat Ya!

“Penelitian ini bertujuan untuk mengamati respons gusi yang dinilai dari derajat peradangan gusi, yang merupakan tanda awal dari pertahanan gusi terhadap bakteri plak gigi selama percobaan gingivitis (peradangan gusi) pada pengguna produk tembakau alternatif dibandingkan perokok dan bukan perokok. Gingivitis adalah mekanisme pertahanan dalam merespons plak bakteri yang menempel di permukaan gigi,” kata Amaliya dalam keterangannya, Sabtu (9/7).

Penelitian ini melibatkan 15 peserta berusia 18-55 tahun yang dibagi ke dalam tiga kriteria dengan distribusi gender tidak merata.

Kriteria pertama adalah perokok dengan masa konsumsi rokok minimal satu tahun. Kriteria kedua adalah pengguna produk tembakau alternatif, yang telah beralih dari rokok dengan masa penggunaan minimal satu tahun.

Kriteria ketiga adalah bukan perokok. Selama fase gingivitis eksperimental, peserta diinstruksikan tidak menyikat gigi selama 21 hari.

Tujuannya melihat sejauh mana gusi merespons bakteri.

“Ada temuan menarik dari penelitian kami, yakni pengguna produk tembakau alternatif yang telah beralih dari rokok menunjukkan respons yang baik terhadap akumulasi plak atau infeksi bakteri dengan tingkat peradangan gusi seperti yang dialami non-perokok,” kata Dr. Amaliya.

Dari penelitian tersebut juga mengungkapkan fakta baru. Dr Amaliya mengatakan nikotin selama ini sering dianggap sebagai penyebab utama gangguan pertahanan gusi yang ditandai dengan penyempitan pembuluh darah.

Baca Juga: 5 Efek Samping Nanas jika Dikonsumsi Berlebihan, Bisa Bikin Gigi Rusak

Namun, hasil penelitian ini, membuktikan bahwa pengguna rokok elektrik dengan cairan e-liquid, yang mengandung nikotin, tidak menyebabkan masalah kesehatan pada gusi.

“Kesimpulannya bukan nikotin yang mempersempit pembuluh darah pada gusi dan menutupi tanda klinis peradangan yang normal. Melainkan disebabkan oleh TAR atau kandungan lain dari rokok,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti Senior University of Patras dan School of Public Health-University of West Attica di Yunani, Konstantinos Farsalinos, mengatakan ada banyak prasangka buruk terhadap nikotin.

Kondisi tersebut menyebabkan minimnya minat ilmuwan meneliti nikotin. Menurut dia, nikotin bisa menjadi bidang yang sangat menarik untuk diteliti sebagai teraupetik untuk membantu proses penyembuhan pasien.

“Prospeknya ada. Persepsi tentang nikotin akan berubah jika efeknya terhadap penyakit Alzheimer dan demensia ditemukan, terutama untuk pencegahan primer,” jelas Farsalinos yang juga menjadi panelis dalam diskusi GFN23.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Benarkah Produk Tembakau Alternatif Bisa Jadi Pemicu Masalah Kesehatan Gusi?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×