Lima Vaksin Ini Tetap Memberikan Kemampuan Kekebalan Terhadap Mutasi Covid-19 VOC

Sabtu, 04 September 2021 | 09:30 WIB   Reporter: Anastasia Lilin Y
Lima Vaksin Ini Tetap Memberikan Kemampuan Kekebalan Terhadap Mutasi Covid-19 VOC


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemunculan varian-varian baru membuat pekerjaan rumah bersama dalam meredam penyebaran Covid-19 menjadi lebih menantang. Namun masyarakat tidak perlu khawatir karena vaksin-vaksin yang selama ini digunakan di Indonesia, tetap mampu memberi kemampuan kekebalan. Bahkan, kekebalan terhadap mutasi Covid-19 variant of concern (VOC) sekalipun.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) membagi hasil mutasi Covid-19 menjadi dua jenis. Selain VOC atau varian yang menjadi perhatian, ada pula variant of interest (VOI) atau varian yang diamati. 

Dari kedua jenis itu, VOC perlu diwaspadai. Pasalnya VOC terbukti menunjukkan perubahan karakteristik yang tergolong lebih menular atau infeksius dibandingkan dengan virus original yang pertama muncul di Wuhan, China pada 2019. 

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, 3 September: Tambah 7.797 kasus baru, selalu taati prokes

Berdasarkan hasil sequence terhadap 2.321 sampel di Indonesia, sebanyak tiga dari empat jenis VOC berupa Alfa, Beta dan Delta. Ketiganya berpotensi menurunkan angka efikasi vaksin yang digunakan karena vaksin yang ada saat ini umumnya menggunakan virus original. 

Meski demikian, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap lima jenis vaksin yang telah digunakan yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna dan Pfizer. Sebab, vaksin-vaksin itu tetap mampu memberi kemampuan kekebalan yang tergolong baik berdasarkan hasil pengujian di populasi terhadap varian baru VOC secara global.

WHO telah menegaskan bahwa standar vaksin dalam membentuk kekebalan yang baik adalah memiliki nilai efikasi di atas 50%. Kelima vaksin tersebut memenuhi ketentuan tersebut.

Baca Juga: Satgas Prokes 3M dibentuk, ini tugasnya

Oleh karena itu, vaksinasi haru tetap berjalan. "Bahkan sebaiknya vaksinasi bisa melebihi 70% dari populasi agar menjamin kekebalan komunitas secara sempurna terbentuk," kata Wiku dalam keterangan pers, Kamis (2/9) yang juga disiarkan secara virtual.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan strategi vaksinasi seperti pemberian vaksin dosis penuh. Karena setelah pemberian dosis pertama, kekebalan akan turun sehingga perlu diberikan dosis kedua agar kekebalan terbentuk optimal dan bertahan lebih panjang. 

Tak hanya vaksinasi, penanganan Covid-19 juga harus dibarengan dengan beragam strategi lain. Langkah ideal yang bisa dilakukan semua orang adalah selalu menrapkan protokol kesehatan. Pasalnya, sampai hari ini saja kenaikan kasus masih terlihat bahkan di negara-negara yang telah melakukan vaksinasi di atas 60% seperti Israel dan Islandia. 

Baca Juga: Meski sudah dapat vaksin booster, tenaga kesehatan tetap terapkan prokes ketat

Semua lapisan masyarakat wajib selalu menerapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Penting pula mengimplementasikan 3T yaitu testing, tracing dan treatment.

Menurut data Satgas Covid-19 hingga Jumat (3/9), ada tambahan 7.797 kasus baru yang terinfeksi Virus Corona di Indonesia. Dengan begitu, total menjadi 4.116.890 kasus positif Covid-19.

Sementara jumlah kesembuhan bertambah 15.544 orang sehingga total menjadi sebanyak 3.813.643 orang. Jumlah kematian akibat Virus Corona di Indonesia bertambah 574 orang sehingga total menjadi sebanyak 134.930 orang. Adapun jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 168.317 kasus.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Indonesia disebut bisa segera keluar dari pandemi, kapankah itu?

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

Terbaru