kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Lembaga Eijkman: Pengobatan Covid-19 plasma darah jadi alternatif untuk gejala berat


Selasa, 21 April 2020 / 08:29 WIB
Lembaga Eijkman: Pengobatan Covid-19 plasma darah jadi alternatif untuk gejala berat
ILUSTRASI. Ilustrasi pengobatan Covid-19 plasma darah. REUTERS/Bing Guan


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sehingga, nantinya obat antibodi itu akan mencari ke seluruh tubuh di mana virus corona berada. "Mungkin virus yang sudah telanjur menempel di sel mungkin tak akan sempat dikenali. Tapi yang masih berkeliaran itu yang akan dikenali, kemudian diikat oleh antibodi itu. Dengan diikatnya virus tadi, diharapkan virus tidak menempel di individu lagi," ungkap Amin.

Baca Juga: Pemerintah: Pasien yang sudah sembuh tidak akan menularkan Covid-19

Dengan kata lain, kinerja antibodi bersifat memblokir virus corona di dalam tubuh individu yang tertular. Poin kedua, lanjut Amin, antibodi ini berasal dari manusia. Oleh karena itu, antibodi tersebut bisa membangkitkan respons imun pasien itu sendiri.

"Dengan adanya kompleks antigen, antibodi, artinya antibodi yang dalam plasma mengikat virus lalu dia akan membangkitkan kekebalan dan akan mengeliminasi virus tadi," kata Amin. "Jadi virus dimobilisasi. Diikat kemudian doborgol sama dia (antibodi) dan dibawa ke sel imun untuk dieliminasi," tambahnya.

Baca Juga: Benarkah angka positif corona di Indonesia rendah karena vaksin BCG?

Diberitakan, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute bekerja sama dengan PMI untuk mengembangkan pengobatan bagi pasien Covid-19.

Kedua lembaga ini nantinya akan merekrut para pasien Covid-19 yang telah sembuh untuk diambil plasma darahnya. Tindakan ini dikakukan karena para penyintas Covid-19 yang telah sembuh memiliki antibodi. Antibodi inilah yang nanti bisa diberikan untuk pengobatan pasien Covid-19.

Adapun, plasma yang diambil sekitar 200 hingga 300 cc. Setelah diambil, plasma darah lalu diuji di laboratorium untuk memastikan adanya antibodi di dalamnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lembaga Eijkman: Pengobatan Covid-19 dengan Plasma Darah Harus Perhatikan Kondisi Pasien"
Penulis : Dian Erika Nugraheny
Editor : Krisiandi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×