Penyakit Menular

Kisah penyintas Covid-19 Harry Su, awal gejala hingga kadar oksigen dalam darah turun

Selasa, 13 Oktober 2020 | 08:00 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Kisah penyintas Covid-19 Harry Su, awal gejala hingga kadar oksigen dalam darah turun


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia  tidak bisa dihindari oleh Managing Director and Head of Equity Capital Market PT Samuel International Harry Su. Alhasil, dia pun sempat terpapar Covid-19, yang diperkirakan saat berada di kantor. 

"Jadi di kantor saya yang kena ada tiga orang, kebetulan kami bertiga ini sedang mengerjakan satu proyek dan kerja sampai malam. Meskipun kami semua pake masker, tetap saja ada waktunya kami harus melepas masker untuk makan bersama," jelas Harry kepada Kontan.co.id, Senin (12/10). 

Harry pun menceritakan gejala yang dialaminya seminggu sebelum dinyatakan positif Covid-19 adalah badan gatal-gatal, muncul biduran di bagian perut dan daerah sekitar paha. 

Baca Juga: Menko: Indonesia masuk 5 negara yang mampu jaga keseimbangan ekonomi saat pandemi

Kemudian genap seminggu setelah biduran, tepatnya di hari Jumat, Harry mulai demam. Esoknya, Harry langsung mendatangi dokternya untuk swab test. Pada saat itu, dokter mengatakan bentuk alergi gatal-gatal yang dialami Harry bisa jadi pertanda gejala Covid-19 sebab 7% dari penderita Covid-19 dimulai dengan masalah kulit. 

"Setelah saya swab, besoknya keluar hasilnya dan saya positif Covid-19," kata dia. 

Awalnya Harry dianjurkan dokter untuk isolasi mandiri dulu di rumah dan menyiapkan oksigen tanks dan oksimeter untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Selama seminggu di rumah isolasi mandiri, Harry mengakui dia minum obat-obat herbal yang dikatakan bisa mengurangi keluhan penyakit Covid-19, seperti obat China Ling Hua. 

Namun, nyatanya seminggu isolasi mandiri dan minum obat herbal, kondisi Harry malah kian parah. Kadar oksigen dalam darahnya menurun signifikan, ini yang dinamakan happy hypoxia di mana kadar oksigen dalam darah berkurang sehingga bisa berbahaya untuk organ tubuh lainnya. 

Harry pun memilih kembali bertemu dokter dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit. 

Editor: Anna Suci Perwitasari


Terbaru