Kendati vaksin yang mendapat izin bertambah, masyarakat tidak perlu pilih-pilih

Minggu, 12 September 2021 | 21:43 WIB   Reporter: Thomas Hadiwinata
Kendati vaksin yang mendapat izin bertambah, masyarakat tidak perlu pilih-pilih

ILUSTRASI. Kedatangan vaksin Janssen dari Pemerintah Belanda di Bandara Soekarno-Hatta.

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan di negeri ini bertambah tiga. Dalam dua pekan terakhir, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) merilis izin penggunaan darurat alias emergency use of authorization (EUA). 

Mengutip website covid19.go.id, ketiga vaksin yang mendapatkan EUA itu adalah vaksin Sputnik V, vaksin Covid-19 Janssen dan vaksin Convidencia. SputnikV yang dikembangkan oleh The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology asal Rusia, mengantongi EUA dari Badan POM pada 25 Agustus lalu.

Pada 7 September silam, Badan POM merilis EUA untuk dua vaksin sekaligus. Masing-masing vaksin Covid-19 Janssen yang dikembangkan oleh Janssen Pharmaceutical Companies dan vaksin Convidecia yang dikembangkan oleh CanSino Biological Inc dan Beijing Institute of Biotechnology.

Baca Juga: Syarat naik KRL terbaru, wajib tunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19

Ketiga vaksin yang baru mendapatkan EUA tersebut menggunakan platform non-replicating viral vector. Masing-masing vaksin mendapat izin penggunaan darurat untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas.

Penyuntikan vaksin Sputnik dilakukan dua kali, dengan tenggang waktu di antara masing-masing penyuntikan selama 21 hari. Dosis vaksin sebesar 0,5 ml dalam tiap penyuntikan.

Sedangkan vaksin Janssen dan Convidecia diberikan dalam sekai penyuntikan. Mengutip keterangan Badan POM yang diunggah di situs resminya, masing-masing vaksin diberikan dengan dosis 0,5 ml secara intramuscular.

Baca Juga: Covid-19 bisa mengerek angka kematian penderita TBC dan AIDS

Dari ketiga vaksin yang baru mendapatkan EUA itu, vaksin Janssen yang telah tiba di nusantara. Pada Sabtu (11/9), Indonesia mendapatkan 500.000 dosis vaksin Covid-19 Janssen, yang merupakan bantuan dari Pemerintah Belanda.

Mengutip keterangan di situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), vaksin Covid-19 Janssen yang kerap juga disebut vaksin Johnson & Johnson ini, akan didistribusikan ke daerah-daerah di Pulau Jawa yang masih rendah cakupan vaksinasinya. Sesuai dengan EUA yang diperolehnya, vaksin ini akan digunakan untuk mereka yang berusia di atas 18 tahun.

Mengutip catatan covid19.go.id, sebelum ketiga vaksin tersebut sudah ada enam vaksin yang mengantongi terlebih dulu mendapatkan EUA dari Badan POM. Masing-masing adalah vaksin Coronavac yang dikembangkan dan diproduksi Sinovac, vaksin Covid-19 yang diproduksi Biofarma dengan menggunakan bahan baku dari Sinovac, vaksin AstraZeneca, vaksin Sinopharm, vaksin Moderna dan vaksin Comirnaty, yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech.

Editor: Thomas Hadiwinata
Terbaru