kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Kenapa virus corona lebih dominan berefek ke pria ketimbang wanita?


Kamis, 30 April 2020 / 02:00 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MILAN. Rumahsakit San Raffaele di Milan, Italia, sedang menyelidiki perbedaan dalam dampak virus corona baru terhadap pria dan wanita. Mereka memberi nama proyek ini Proteggimi. 

Proyek di bawah koordinasi ahli urologi dan andrologi Prof Andrea Salonia itu berupaya menemukan, mengapa virus corona secara dominan memengaruhi pria dan peran yang hormon seks pria mainkan dalam ketidakseimbangan tersebut.

Mengacu data Badan Perlindungan Sipil Italia, sebanyak 66% kematian akibat virus corona di negeri Menara Pisa adalah laki-laki. Persentasenya meningkat seiring usia yang meninggal semakin muda. 

Baca Juga: Duh, muncul penyakit baru pada anak-anak di Inggris terkait virus corona

Pria yang terjangkit virus corona juga lebih banyak membutuhkan perawatan intensif. Sebanyak 82% dari pasien yang menjalani perawatan intensif di Provinsi Lombardy, dengan Ibu Kota Milan, adalah laki-laki. 

Para peneliti Proyek Proteggimi percaya, hormon seks khususnya testosteron bisa menjelaskan angka-angka tersebut.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×