Tips Sehat

Kenali risiko penularan sebelum olahraga di luar saat pandemi corona

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 09:15 WIB   Reporter: Abdul Basith Bardan
Kenali risiko penularan sebelum olahraga di luar saat pandemi corona

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada masa pandemi corona, olahraga dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Meski begitu, olahraga di luar ruangan yang memungkinkan adanya kontak dengan orang lain akan memberikan potensi penularan Covid-19.

Oleh karena itu, risiko penularan harus dipertimbangkan sebelum melakukan olahraga di luar ruangan. Penilaian risiko tersebut antara kain berkaitan dengan usia, kondisi kesehatan, riwayat penyakit yang berbahaya bila terkena Covid-19, serta kebiasaan lainnya.

"Kalau punya kebiasaan merokok misalnya, maka risikonya meningkat," ujar dokter Santi, dokter Medical Center Kompas Gramedia saat talkshow dengan Warta Kota, Jumat (16/10).

Santi bilang, ketika memiliki risiko yang tinggi maka dianjurkan untuk berolahraga di dalam rumah. Namun, bila akan melakukan olahraga di luar ruangan, penerapan protokol kesehatan juga penting untuk dilakukan.

Baca Juga: Ketua Satgas Doni Monardo berbagi 3 tips baru agar terhindar corona, selain wajib 3M

Antara lain adalah menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh wajah. Dalam penggunaan masker saat olahraga perlu memerhatikan beberapa hal.

Pasalnya penggunaan masker saat kegiatan olahraga dapat menimbulkan dampak sesak. Oleh karena itu, Santi menganjurkan penggunaan masker dengan bahan kain dua lapis atau tiga lapis.

"Masker medis tak dianjurkan untuk olahraga karena membuat orang jadi lebih sesak," terang Santi.

Penggunaan masker kain juga harus disiapkan dengan membawa masker pengganti. Pasalnya saat olahraga, masker akan cenderung basah karena keringat.

Oleh karena itu, nantinya efektifitas masker dalam mencegah penularan Covid-19 akan menurub. Hal itu yang membuat pentingnya membawa masker cadangan.

Saat olahraga menggunakan masker pun perlu diperhatikan kondisi tubuh karena akan menurun. Hal itu akibat menurunnya kadar oksigen yang masuk karena terhalang oleh masker.

"Turunkan intensitas olahraga, tidak bisa dipaksakan," jelas dokter Santi.

Dianjurkan melakukan olahraga dalam intensitas ringan hingga sedang. Guna mengetahui hal itu, dapat digunakan tes bicara yang mudah dilakukan.

Orang yang melakukan olahraga dengan intensitas ringan masih dapat berbicara panjang bahkan bernyanyi. Sementara untuk olahraga intensitas sedang sudah rak dapat bernyanyi namun masih bisa berbicara.

Mengenali tubuh saat berolahraga dinilai penting. Hal itu untuk mencegah dampak berbahaya saat berolahraga menggunakan masker.

Sebelumnya Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga menekankan pentingnya protokol kesehatan. Hal itu akan mencegah hingga 85% penularan Covid-19.

"Jika kita bisa menerapkan ketiga protokol sekaligus risiko penularan akan turun jauh lebih besar," ungkap Wiku.

Memahami kondisi pandemi Covid-19 sambil mengubah perilaku menjadi penting. Satgas Covid-19 pun telah meluncurkan buku Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid-19.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Gubernur BI ajak masyarakat selalui menerapkan 3M dalam aktivitasnya

 

Editor: Khomarul Hidayat


Terbaru