Kenali Lagi Gejala Omicron, Puncak Kasus Varian Ini di Indonesia hingga Awal Maret

Senin, 17 Januari 2022 | 13:35 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Kenali Lagi Gejala Omicron, Puncak Kasus Varian Ini di Indonesia hingga Awal Maret

ILUSTRASI. Puncak kasus Omicron di Indonesia terjadi hingga awal Maret, kenali lagi gejala varian ini. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.


KONTAN.CO.ID - Pemerintah memprediksikan puncak kasus Omicron di Indonesia akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Kenali lagi gejala varian sangat menular ini.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, berdasarkan pengamatan terhadap sejumlah negara, puncak kasus varian Omicron tercapai secara cepat dan tinggi, waktunya berkisar antara 35-65 hari.

“Indonesia pertama kali teridentifikasi (varian Omicron) adalah pertengahan Desember, tapi kasus mulai naik di awal Januari," kata Budi, dikutip dari laman setkab.go.id, Senin (17/1). 

"Nah, antara 35-65 hari akan terjadi kenaikan yang cukup cepat dan tinggi. Itu yang memang harus dipersiapkan oleh masyarakat,” ujar menteri kesehatan.

Baca Juga: WHO: Meski Tidak Terlalu Parah, Varian Omicron Tak Boleh Dikategorikan Sebagai Ringan

Gejala varian Omicron

Ketika infeksi Covid-19 terus meningkat di tahun baru, di tengah penyebaran cepat bak kilat varian Omicron, beberapa pasien melaporkan gejala baru yang aneh: keringat malam.

Umumnya terkait dengan kondisi lain, seperti flu, kecemasan, atau bahkan kanker, keringat malam lebih jarang dikaitkan dengan Covid-19 sebelum varian Omicron mulai menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. 

Keringat malam adalah episode berulang dari keringat ekstrem yang bisa "merendam" pakaian dan seprai Anda, menurut Mayo Clinic, seperti dikutip Fortune.

Keringat malam adalah salah satu dari beberapa gejala berbeda yang muncul untuk membedakan Omicron dari varian virus corona lainnya, bersama dengan sakit tenggorokan. 

Baca Juga: Peringatan! Kasus Varian Omicron di Indonesia bakal Jauh Lebih Tinggi dari Delta

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru