kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kenali faktor dan pencegahan sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS


Jumat, 02 Oktober 2020 / 06:23 WIB
Kenali faktor dan pencegahan sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS
ILUSTRASI. Bayi memakai 'Face Shield' di RSIA Tambak, Jakarta, Selasa (14/4/2020).ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.


Penulis: Virdita Ratriani

Waspadai sudden infant death syndrome atau sindrom kematian bayi mendadak
Waspadai sudden infant death syndrome atau sindrom kematian bayi mendadak

Tidak ada cara yang menjamin pencegahan SIDS. Tetapi, dirangkum dari laman Mayoclinic.org, beberapa hal ini bisa dicoba untuk mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome:

  1. Tempatkan bayi Anda untuk tidur telentang, bukan tengkurap atau miring. 
  2. Jauhkan bantal, mainan empuk, atau boneka binatang di tempat tidur bayi. Ini dapat mengganggu pernapasan jika wajah bayi Anda menekannya.
  3. Gunakan kasur yang rata dan hindari meletakkan bayi di atas bantalan yang tebal dan empuk, seperti kulit domba atau selimut tebal. 
  4. Jaga suhu ruangan jangan sampai terlalu panas saat bayi tidur dan jangan tutupi kepala bayi saat tidur.
  5. Biarkan bayi tidur di kamar Anda setidaknya sebelum berusia enam bulan atau bahkan satu tahun.
  6. Berikan ASI eksklusif pada bayi, setidaknya selama enam bulan menurunkan risiko SIDS.
  7. Tawarkan empeng. Mengisap empeng tanpa tali atau tali pada waktu tidur siang dan waktu tidur dapat mengurangi risiko SIDS. 
  8. Lakukan imunisasi rutin kepada bayi. Beberapa bukti menunjukkan imunisasi dapat membantu mencegah SIDS.

Selanjutnya: Waspada, meski cepat sembuh, efek corona pada anak-anak & remaja bisa berbahaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×