kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   29,00   0,17%
  • IDX 8.283   50,89   0,62%
  • KOMPAS100 1.156   16,28   1,43%
  • LQ45 828   15,28   1,88%
  • ISSI 296   0,02   0,01%
  • IDX30 430   8,91   2,11%
  • IDXHIDIV20 511   10,73   2,14%
  • IDX80 128   1,89   1,50%
  • IDXV30 138   1,90   1,39%
  • IDXQ30 139   3,55   2,62%

Kemenkes Sebut Kasus DBD Meningkat Sejak 5 Tahun Terakhir


Minggu, 05 Februari 2023 / 21:40 WIB
Kemenkes Sebut Kasus DBD Meningkat Sejak 5 Tahun Terakhir
ILUSTRASI. DBD: Petugas melakukan pengasapan atau fogging untuk mengurangi populasi nyamuk di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat,


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia meningkat sejak 5 tahun terakhir.

Berdasarkan data Kemenkes rata-rata kasus DBD meningkat menjadi 121 kasus diikuti dengan peningkatan kasus kematian mencapai 666 kasus per tahun.

"Setelah tahun 2000 kasus DBD terus meningkat hingga 5 tahun terakhir," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Direktorat Jenderal P2P, Kemenkes, Imran Pambudi dalam Diskusi Media "Membuka Jalan Menuju Pencegahan Inovatif Terhadap DBD" di Jakarta, Minggu (5/1).

Baca Juga: Sakit Kepala? Kenali 6 Gejala DBD yang Penting Untuk Diketahui

Imran mengatakan, kenaikan kasus DBD turut disebabkan oleh pengaruh iklim yang terjadi belakangan ini.

Di mana, DBD memiliki siklus pada waktu-waktu tertentu. Umumnya kenaikan kasus terjadi pada saat musim kemarau panjang.

"Pas terjadi El Nino atau kemarau panjang angka kejadian selalu meningkat, setelah diselidiki nyamuk kalau berada didaerah panas semakin ganas," terang Imron.

Selain itu meningkatnya wilayah urban atau perkotaaan, menurutnya juga turut menyumbang kenaikan angka kasus DBD 5 tahun terakhir.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kemenkes mayoritas masyarakat yang terkena DBD adalah masyarakat yang tidanggal di wilayah urban.

Baca Juga: Simak 6 Gejala DBD yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?

"Terbanyak di Jawa, nah di Jawa tempat masyarakat urban semua," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×