CLOSE [X]

Kemampuan indra penciuman hilang setelah vaksin Covid-19, ini dua penyebabnya

Kamis, 19 Agustus 2021 | 16:16 WIB   Reporter: kompas.com
Kemampuan indra penciuman hilang setelah vaksin Covid-19, ini dua penyebabnya

ILUSTRASI. Kemampuan indra penciuman hilang setelah vaksin Covid-19, ini dua penyebabnya


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kehilangan kemampuan indra penciuman atau anosmia merupakan salah satu ciri-ciri terserang Covid-19. Namun bagaimana jika kemampuan indra penciuman atau anosmia hilang setelah suntik vaksin Covid-19? 

Sejak adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, tak sedikit masyarakat yang menjadi parno atau sangat khawatir dengan penyakit yang satu ini. Misalnya ketika dirinya menunjukkan satu saja dari gejala-gejala Covid-19, dirinya langsung meng-klaim terpapar virus corona.

Salah satu gejala yang sangat khas dengan penyakit ini adalah anosmia atau kehilangan kemampuan indra penciuman. Tetapi di lapangan, anosmia atau kehilangan kemampuan indra penciuman ini tidak hanya terjadi pada pasien Covid-19, tetapi juga pada mereka yang baru saja mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Dalam program Kamusehat di Radio Sonora, dr. Santi dari Medical Centre Kompas Gramedia menyatakan bahwa anosmia atau kehilangan kemampuan indra penciuman setelah vaksin Covid-19 bisa disebabkan oleh 2 hal.

Baca juga: Mencegah virus corona, ini yang perlu Anda lakukan

Tak sadar dirinya OTG

Penyebab pertama anosmia atau kehilangan kemampuan indra penciuman setelah vaksin Covid-19 adalah tidak menyadari bahwa dirinya adalah orang yang terinfeksi virus corona tapi tanpa gejala (OTG). “Memang keadaan-keadaan ini bisa terjadi. Kemungkinan pertama adalah ketika divaksin dalam keadaan di dalam tubuhnya sudah ada virus penyebab Covid-19 , jadi sudah dalam keadaan sakit, tapi memang tidak ada gejala,” ungkap dr. Santi menjelaskan.

Ketika divaksin dan dalam berjalannya hari muncul gejala yang merupakan dampak dari virus corona, yaitu anosmia atau kehilangan kemampuan indra penciuman tersebut. “Anosmia itu adalah kehilangan indera penciuman, jadi menghirup aroma itu menjadi tidak ada. Misalnya bikin kopi jadi tidak mencium mau apa-apa,” sambungnya.

Selain anosmia atau kehilangan kemampuan indra penciuman, bisa juga terjadi hiposmia yaitu ketika indera penciuman dan pengecap tetap bisa merasakan atau menghirup aroma, tetapi tidak kemampuannya menurun hingga aroma tidak dapat terhirup sekuat biasanya.

Pembengkakan di area rongga hidung

Penyebab kedua anosmia atau kehilangan kemampuan indra penciuman setelah vaksin Covid-19 adalah terjadi pembengkakan di area rongga hidung. “Kemungkinan lainnya yang mengalami tiba-tiba hilang tidak bisa mencium bau-bauan apapun, itu adalah mengalami pembengkakan di area rongga hidung, sehingga menyebabkan si partikel baunya itu tidak terkirim signalnya ke otak,” jelas dr. Santi.

Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya sedang kondisi pilek atau hidung tersumbat, hal ini menyebabkan pertikel bau tidak bisa terkirim ke otak.

Kondisi ini akan pulih seperti biasa apabila gejala-gejala penyumbatan atau banyaknya lendir di area hidung, hilang. “Jika mau dilakukan tes untuk penyakit Covid-19 boleh dilakukan, apa bila tidak menginginkan tes sebaiknya dilakukan isolasi mandiri,” sambungnya.

Itulah dua macam penyebab anosmia atau kehilangan kemampuan indra penciuman setelah vaksin Covid-19. Yang pasti, setelah vaksin Covid-19, kita semua tetap harus menjalankan protokol kesehatan. 

(Prameswari Sasmita)

Artikel ini telah tayang di Sonora.id berjudul "Alami Anosmia setelah Divaksin? Dokter: Ada 2 Kemungkinannya"

Selanjutnya: Perhatikan hal ini agar masker bisa efektif cegah penularan Covid 19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru