Kasus Covid-19 & Omicron Makin Banyak, Waspadai Gejala BA.4 dan BA.5 Berikut

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:03 WIB Sumber: Sonora.id
Kasus Covid-19 & Omicron Makin Banyak, Waspadai Gejala BA.4 dan BA.5 Berikut

ILUSTRASI. Kasus Covid-19 & Omicron Makin Banyak, Waspadai Gejala BA.4 dan BA.5 Berikut


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Jumlah kasus baru Covid-19 di Indonesia pada Juni 2022 bertambah banyak setiap hari. Bersamaan itu, temuan Covid-19 akibat subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 juga meningkat. Kenali gejala Covid-19 akibat Omicron BA.4 dan BA.5 agar lebih cepat ditangani medis dan tidak menular ke orang lain.

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada tambahan 1.907 kasus baru corona pada Kamis (23/6). Dengan demikian telah ada 6.074.825 kasus positif Covid-19 sejak pandemi corona terjadi di Indonesia mulai Maret 2020.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Covid-19 bertambah 1.146 orang sehingga menjadi sebanyak 5.905.971 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Covid-19 di Indonesia bertambah 4 orang menjadi sebanyak 156.706 orang.

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 12.148 kasus, bertambah 757 dari sehari sebelumnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumukan telah ada 143 kasus Covid-19 akibat penularan subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia.

Diperkirakan. kasus Covid-19 dan Omicron BA.4 dan BA.5 akan terus bertambah hingga mencapai puncak pada pekan ketiga Juli. Masyarakat dihimbau kembali meningkatkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan dan mewaspadai gejala Omicron.

Dilansir dari Sonora.id, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan, SpP(K); menyampaikan gejala Omicron BA.4 dan BA.5 masih hampir sama dengan varian Omicron sebelumnya. "Jadi gejalanya sama dengan Omicron lainnya. Karena ini memang turunan dari Omicron maka gejalanya tidak jauh berbeda," ujar Erlina dalam webinar, Minggu (12/6/2022). 

Baca Juga: Kasus Covid-19 Baru Hampir 2.000, Ini Makanan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Dalam pemberitaan Kompas.com, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban juga mengungkapkan hal senada terkait gejala subvarian BA.4 dan BA.5 yang serupa dengan varian Omicron.  

"Gejalanya sebetulnya hampir sama seperti varian Omicron yang sebelumnya. Jadi mirip-mirip," ucap Zubairi melalui video singkat di akun Instagram @profzubairi.

Gejala Covid-19 Omicron sub varian BA.4 dan BA.5

Berikut sejumlah gejala yang dirasakan pasien Covid-19 akibat subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 tersebut di antaranya: 

  •     Batuk 
  •     Pilek 
  •     Bersin-bersin 
  •     Hidung meler 
  •     Hidung tersumbat 
  •     Gejala COVID-19 sub varian BA-4 dan BA. 5 terkadang bisa menyebabkan meriang.

Di samping itu, bila termasuk kategori sedang pasien gejalanya hampir mirip dengan ciri-ciri Covid 19, di antaranya merasakan keluhan seperti hilangnya indra perasa, penciuman, hingga sesak napas. 

"Yang cukup menggembirakan, tapi saya kira jangan terlalu euforia juga bahwa saat ini tidak ada indikasi perubahan tingkat keparahan untuk BA.4 maupun BA.5," kata dr Erlina, dikutip dari Kompas.com.

Agar diketahui, varian Omicron atau B.1.1.529 terus mengalami mutasi yang menyebabkan berkembangnya subvarian baru yakni BA.1, BA.2, BA.3, BA.4, dan BA.5. 

Menurut Erlina, kemungkinan mutasi virus akan selalu ada karena sudah banyak subvarian, seperti varian Omicron BA.4 dan BA.5, yang muncul dan menyebar di berbagai negara termasuk di Indonesia.

"Jadi jangan kita menganggap kita sudah vaksin, sudah bagus, kita akan 100 persen terbebas ternyata tidak juga karena virus ini bermutasi terus mulai dari B.1.1.529 yang kita kenal sebagai BA.1, kemudian BA.2, BA.3, BA.4, sekarang BA.5," tuturnya.

Pertama kali sub varian Omicron BA ditemukan di Afrika Selatan pada Januari dan Februari 2022 lalu.  Kedua varian itu adalah garis keturunan Omicron yang masih menjadi subvarian dominan di wilayah tersebut. 

Karakteristik subvarian BA.4 dan BA.5 juga diwaspadai oleh banyak ahli, lantaran beberapa penelitian menyebut virus ini lebih menular daripada strain aslinya. Walaupun demikian, belum ada indikasi virus ini menyebabkan penyakit lebih parah daripada garis keturunan Omicron sebelumnya.

Itulah gejala Omicron BA.4 dan BA.5 yang kini sedang mengalami kenaikan kasus. Mari kembali menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru