Kesehatan Umum

Kasus corona di Indonesia melonjak, cek lagi tipe masker yang Anda pakai

Jumat, 10 Juli 2020 | 08:37 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Kasus corona di Indonesia melonjak, cek lagi tipe masker yang Anda pakai

ILUSTRASI. Menggunakan masker yang tepat bisa dipakai untuk memperlambat penyebaran virus corona di Indonesia. KONTAN/BAihaki/8/7/2020

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus coronona di Indonesia mengalami peningkat. Per tanggal 9 Juli 2020, ada penambahan kasus positif sebanyak 2.657 orang. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam konferinsi pers kemarin (9/7).

Penambahan kasus tersebut membuat total kasus secara keseluruhan juga ikut meningkat. Saat ini terdapat 70.736 kasus positif corona di Indonesia. Pasien sembuh juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 1.066 orang. Sedangkan untuk kasus pasien meninggal, terdapat penambahan sebesar 58 orang.

Karena masa pandemi corona yang sudah lebih dari tiga bulan, banyak orang yang mulai mengabaikan protokol kesehatan. Padahal, dengan melihat data yang diberikan oleh Gugus Tugas  Percepatan Covid-19, protokol kesehatan tidak boleh diabaikan.

Kita harus tetap menjaga kebersihan, menjaga jarak dengan orang lain, dan menggunakan masker yang tepat.

Baca Juga: Ini kegiatan yang berisiko untuk dilakukan di tengah pandemi Covid-19

Mengutip hopkinsmedicine.org, ada beberapa tipe masker corona yang bisa Anda gunakan. Masker-masker tersebut adalah masker N95, masker bedah, dan masker kain. Nah, apa sih bedanya masker-masker itu?

Masker N95

Masker N95

Masker N95 juga bisa disebut dengan N95 respirator. Masker ini dibuat untuk mencegah pengguna masker dari droplet yang tertahan di udara. Tenaga kesehatan harus menghitung ukuran yang tepat terlebih dahulu agar masker bisa pas ketika dipakai.

Masker Bedah

Masker bedah

Sebelum pandemi corona di Indonesia terjadi, masker bedah sudah sering digunakan oleh masyarakat. Meski ukurannya tidak pas seperti saat memakai masker N95, tapi masker bedah bisa dipakai untuk perlindungan dari droplet yang lebih besar, seperti dari batuk atau bersin. Masker bedah memiliki sifat tidak tahan air dan tidak bisa dicuci alias hanya bisa digunakan sebanyak satu kali.

Baca Juga: WHO akui bukti penyebaran corona lewat udara, ini cara pakai masker corona yang benar

Masker Kain

Masker kain produksi Hikari

Masih dilansir dari laman yang sama, hopkinsmedicine.org mengatakan bahwa masker kain bisa dipakai untuk memperlambat laju penyebaran virus corona. Masker kain bisa dicuci dan harus dicuci satu hari sekali atau setelah dipakai.

Anda bisa membuat masker kain sendiri. Caranya adalah dengan memakai bahan yang terbuat dari katun atau linen. Untuk anak-anak, lebih baik sesuaikan ukurannya agar fungsi masker kain tidak hilang.

Cari bahan masker yang tidak mudah melar. Gunakan juga bahan yang cukup tebal agar droplet tidak mudah masuk. Namun, pastikan bahwa Anda tidak kesulitan untuk bernapas saat memakai bahan tebal tersebut.

Hopkinsmedicine.org juga memberikan saran tentang apa yang harus diperhatikan saat Anda ingin beli masker kain. Pastikan masker yang ingin Anda beli memiliki dua lapisan kain. Masker kain juga harus menutupi hidung dan mulut dengan pas.

Bagi Anda yang menggunakan kacamata, ada baiknya untuk memilih masker dengan tepi yang bisa ditekuk. Hal itu perlu Anda perhatikan agar saat menggunakan kacamata, kacamata Anda tidak berembun.

Editor: Belladina Biananda


Terbaru