Kesehatan Umum

Ini kegiatan yang berisiko untuk dilakukan di tengah pandemi Covid-19

Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Ini kegiatan yang berisiko untuk dilakukan di tengah pandemi Covid-19

ILUSTRASI. Masuk kantor untuk bekerja kegiatan yang masuk dalam kategori moderate risk. tetap terapkan protokol kesehatan di tengah pandemi covid 19. Tribun Jabar/Gani Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 belum menunjukkan titik terang kapan berakhirnya. Dilansir dari akun Twitter resmi milik BNPB Indonesia, per tanggal 7 Juli 2020, terdapat 66.226 kasus covid 19 di Indonesia. Data tersebut membuat Indonesia menduduki peringkat ke-26 dalam kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

Meningkatnya kasus covid 19 di Indonesia tidak terlepas dari peran masyarakat. Dilansir dari bnpb.go.id, Kartini Sjahrir, Antropolog dan Penasihat untuk ASEAN Institute for Peace and Reconciliation Kementerian Luar Negeri, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia masih kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi covid 19.

Dia mengatakan, perlu adanya peran aktif dari masyarakat agar upaya pemerintah untuk menurunkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia berhasil. Protokol kesehatan wajib di tengah pandemi covid 19 adalah menjaga jarak, menggunakan masker dengan benar, dan sering mencuci tangan.

Baca Juga: WHO akhirnya mengakui klaim bahwa virus corona bisa menyebar lewat udara

Namun, tahukah Anda bahwa kegiatan-kegiatan yang Anda lakukan memiliki tingkat resiko yang berbeda dalam hal penyebaran virus covid 19? Dilansir dari akun Twitter resmi milik Texas Medical Association (@texmed), kegiatan yang dilakukan saat pandemi Covid-19 dibagi dalam tiga kategori utama.

Low Risk

Kategori pertama yang dipaparkan oleh Texas Medical Association adalah low risk atau kegiatan dengan resiko rendah. Kegiatan yang masuk dalam kategori ini adalah membuka surat elektronik atau email, tidak makan di restoran atau warung, bermain tenis, mengisi bahan bakar kendaraan, dan pergi berkemah.

Kegiatan tersebut memang tergolong dalam kegiatan yang memiliki resiko rendah, tapi perlu diingat lagi untuk menerapkan protokol kesehatan seperti yang telah dikatakan.

Baca Juga: Mau bepergian dengan pesawat? Begini rekomendasi WHO

Editor: Belladina Biananda


Terbaru