kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kancang kenari bisa menurukan risiko penyakit diabetes bila dikonsumsi secara rutin


Senin, 12 April 2021 / 13:04 WIB
ILUSTRASI. Kacang kenari


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kacang kenari mengandung Omega 3 yang baik untuk kesehatan dan bisa menurunkan risiko diabetes bila dikonsumsi secara rutin. 

Kacang kenari, salah satu makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi sehari-hari. Sebab, kacang kenari mengandung Omega 3 dan serat.

Baca Juga: Mengandung isoflavon, kedelai efektif menyeimbangkan kadar gula darah

Melansir dari situs Food.NDTV.com, hasil sebuah penelitian yang dipublikasikan di dalam jurnal Nutrition Research and Practice menyatakan kenari baik dikonsumsi oleh penderita sindrom metabolik. 

Sekedar info, sindrom metabolik adalah kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. 

Kacang kenari mampu menurunkan risiko diabetes pada seseorang yang menderita sindrom metabolik. Hal ini disebabkan, kacang kenari bisa meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh dan menurunkan kadar glukosa. 

Penelitian tersebut melibatkan 119 laki-laki dan perempuan Korea dengan sindrom metanolik sebagai partisipan penelitian. 

Tim peneliti membuat dua kelompok, pertama kelompok yang mengharuskan para anggotanya mengonsumsi kacang kenari selama 16 minggu. Kedua, kelompok yang anggotanya diminta mengonsumsi kacang kenari 45 gram setiap hari. 

Tim peneliti memberikan roti tawar putih sebagai camilannya. Para partisipan memiliki waktu istirahat selama enam minggu. 

Setelah itu, tim peneliti akan membagikan kacang kenari dan roti tawar secara silang dalam jangka waktu 16 minggu. 

Hasilnya, sekitar 51,2% peserta dengan sindrom metabolik telah kembali ke status normal setelah mengonsumsi kenari selama 16 minggu. Kadar kolesterol baik meningkat. 

Kesimpulannya, kacang kenari merupakan makanan alternatif yang mengandung karbohidrat tinggi yang baik dikonsumsi oleh penderita sindrom metabolik. 

Baca Juga: Bawang dayak bermanfaat sebagai obat herbal untuk diabetes melitus

Selanjutnya: 11 Gejala gula darah rendah yang tidak boleh diabaikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×