Jika Indonesia gunakan GeNose, ini screening yang disiapkan Presiden Biden

Minggu, 07 Februari 2021 | 13:24 WIB   Reporter: Thomas Hadiwinata
Jika Indonesia gunakan GeNose, ini screening yang disiapkan Presiden Biden

ILUSTRASI. Calon penumpang kereta api menghembuskan nafasnya ke dalam kantong untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penumpang kereta api jarak jauh mendapat opsi pengetesan Covid 19 yang baru. Mulai Jumat (5/2), penumpang kereta api bisa memanfaatkan GeNose, instrumen screening yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

Di tahap awal, PT Kereta Api Indonesia menempatkan alat screening tersebut di empat stasiun. Masing-masing Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Yogyakarta. KAI akan menempatkan alat tersebut di stasiun-stasiun lain secara bertahap.

Dibandingkan dengan dua opsi pengetesan Covid 19 yang sudah terlebih dulu tersedia untuk pengguna layanan kereta api, yaitu rapid antigen dan swab test PCR, GeNose lebih praktis. Selain waktu pengujian yang lebih cepat, biaya GeNose juga murah, yaitu Rp 20.000 untuk sekali pengujian.

Baca Juga: Simak syarat tes GeNose C19 saat menggunakan kereta api jarak jauh

GeNose mendeteksi kesehatan seseorang berdasarkan pola volatile organic compound yang ada di nafas orang tersebut. Untk mendapatkan pola itu, calon penumpang diminta mengembuskan nafas ke tabung yang dilengkapi dengan sensor.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menegaskan peran GeNose. "Perlu diingat bahwa metode geNose berfungsi untuk screening dan tidak bisa menggantikan PCR yang berfungsi untuk diagnosis," ujar Wiku Adisasmito, Jurubicara Satuan Tugas Penanganan Covid 19, seperti dikutip dari tayangan di kanal YouTube BNPB, akhir Januari lalu. 

Saat ini, Indonesia, sesuai dengan rekomendasi WHO, hanya mengakui test viral sebagai alat diagnosis Covid-19. Salah satu bentuk test viral itu adalah polymerase chain reaction (PCR), yang paling akurat untuk mengidentifikasi infeksi virus corona.

Baca Juga: Ini 25 Kelurahan dengan kasus aktif Covid-19 terbanyak di DKI Jakarta

Kendati memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam mendiagnosa infeksi virus corona, tes PCR membutuhkan waktu sekitar tiga hari hingga satu pekan. Biaya untuk tes ini pun lumayan tinggi, di kisaran ratusan ribu mendekati Rp 1 juta.

Keterbatasan lain tes PCR adalah terbatasnya kapasitas penyelenggara. Itu sebabnya, pengambil kebijakan di berbagai negara mengizinkan penggunaan alat lain, misal GeNose, untuk tujuan seperti screening.

Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat (AS) ada alat tes antigen buatan Ellume yang kini populer. Maklumlah, tes ini bisa dilakukan tanpa resep dokter, dan proses pengujian pun relatif sederhana.

Editor: Thomas Hadiwinata
Terbaru