kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.063   -54,17   -0,89%
  • KOMPAS100 791   -3,02   -0,38%
  • LQ45 597   -2,26   -0,38%
  • ISSI 211   -2,47   -1,16%
  • IDX30 337   -1,27   -0,37%
  • IDXHIDIV20 412   -2,95   -0,71%
  • IDX80 90   -0,34   -0,38%
  • IDXV30 111   -1,20   -1,07%
  • IDXQ30 108   -0,18   -0,17%

Jangan Sampai Terjangkit Omicron Meski Gejalanya Ringan, Ini Alasannya


Kamis, 13 Januari 2022 / 08:12 WIB
ILUSTRASI. Varian Omicron yang menyebar cepat menyebabkan gejala penyakit yang lebih ringan dibandingkan dengan versi sebelumnya. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Varian Omicron yang menyebar cepat menyebabkan gejala penyakit yang lebih ringan dibandingkan dengan versi virus corona sebelumnya. Kondisi ini telah memicu pandangan bahwa saat ini, COVID-19 memiliki risiko yang lebih kecil dibanding masa lalu.

Dalam hal ini, beberapa orang mengajukan pertanyaan, mengapa berusaha keras untuk mencegah terinfeksi sekarang, karena semua orang akan terkena virus cepat atau lambat?

Inilah mengapa para ahli mengatakan ini bukan waktunya untuk berpuas diri tentang Omicron. 

Melansir Reuters, berikut 6 alasan mengapa kita harus berupaya keras agar tidak terinfeksi gejala Omicron meski gejalanya ringan:

Baca Juga: Benarkah Pandemi Covid-19 Segera Berakhir? WHO Eropa Membantahnya

1. Anda bisa mengalami gejala parah

Penelitian telah menunjukkan bahwa Omicron mungkin lebih cenderung mengarah pada kasus COVID-19 tanpa gejala daripada varian sebelumnya. Bagi mereka yang memiliki gejala, gejalanya antara lain sakit tenggorokan atau pilek, tanpa kesulitan bernapas yang khas dari infeksi sebelumnya.

Namun penyebaran Omicron yang luar biasa di banyak negara berarti dalam jumlah absolut, lebih banyak orang akan mengalami penyakit parah. Secara khusus, data terbaru dari Italia dan Jerman menunjukkan bahwa orang yang tidak divaksinasi jauh lebih rentan dalam hal rawat inap, perawatan intensif, dan kematian.

"Saya setuju bahwa cepat atau lambat semua orang akan terpapar, tetapi nanti lebih baik," kata pakar virus Michel Nussenzweig dari Universitas Rockefeller. "Mengapa? Karena nanti kita akan memiliki obat dan vaksin yang lebih baik dan lebih banyak tersedia."

Baca Juga: Akhir COVID-19 Sudah Dekat? Ilmuwan Bilang Pandemi Bisa Reda dalam Beberapa Bulan




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×