kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Jangan olahraga berlebihan saat pandemi corona, ini alasannya


Selasa, 05 Mei 2020 / 01:00 WIB
Jangan olahraga berlebihan saat pandemi corona, ini alasannya


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Segendang sepenarian, Hendri Pardede, healthy lifestyle coach, mengatakan, intensitas olahraga saat di rumah selama pandemi rendah saja. Anda cukup olahraga setiap hari selama 30 menit hingga 45 menit.

Misalnya, senam ringan. "Heart rate (detak jantung) di zona aerobik. Jadi, nafas saat berolahraga normal, tidak terengah-engah," kata Hendri mengutip video suplemen Jakarta Pasti Bisa kerjasama MRT Jakarta dan iDea Run.

Yang jelas, Hendri bilang, olahraga adalah salah cara untuk mendongkrak imunitas tubuh saat #dirumahaja selama pandemi virus corona.
"Senjata yang bisa kita lakukan untuk melawan virus corona," tegasnya.

Bagaimanapun, intensitas olahraga apa pun lebih baik daripada tidak sama sekali. Tetapi sekali lagi, pastikan Anda tidak berlebihan melakukannya.

Baca Juga: Jalan kaki latihan terbaik selama pandemi corona, ini lima alasannya

Berikut adalah beberapa tanda yang bisa memberi tahu Anda jika terlalu banyak berolahraga, menurut CDC:

  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Mengurangi kepercayaan diri
  • Sistem kekebalan tubuh melemah
  • Nyeri otot
  • Denyut nadi lebih tinggi sehari setelah Anda berolahraga
  • Gampang marah

Jadi, jangan terlalu banyak berolahraga, ya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×