Inilah Orang yang Paling Rentan Terserang Asam Urat, Anda Termasuk?

Senin, 04 Juli 2022 | 10:34 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Inilah Orang yang Paling Rentan Terserang Asam Urat, Anda Termasuk?

ILUSTRASI. Dokter menempatkan asam urat di bawah istilah payung arthritis, yakni berbagai penyakit sendi dan nyeri sendi.


KONTAN.CO.ID -  Asam urat menjadi salah satu penyakit yang banyak dibicarakan saat ini. Pasalnya, saat asam urat menyerang, rasa sakit yang tak tertahankan akan dialami oleh penderitanya. 

Apa itu asam urat?

Melansir Cleveland Clinic, dokter menempatkan asam urat di bawah istilah payung "arthritis", yakni berbagai penyakit sendi dan nyeri sendi. 

Beberapa bentuk radang sendi menyebabkan rasa terbakar pada sendi, sementara yang lain tidak. Asam urat adalah bentuk umum dari radang sendi. Itu karena kristal yang disebut asam urat.

Asam urat menyebabkan rasa sakit dan bengkak pada satu atau lebih sendi. Ini biasanya mempengaruhi jempol kaki. Tapi itu juga ditemukan di persendian lain, termasuk lutut, pergelangan kaki, kaki, tangan, pergelangan tangan, dan siku.

Siapa saja yang rentan terkena asam urat?

Cleveland Clinic menulis, asam urat bisa menyerang siapa saja. Biasanya terjadi lebih awal pada pria daripada wanita. Biasanya terjadi setelah menopause pada wanita.

Pria bisa tiga kali lebih mungkin terkena daripada wanita karena mereka memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi hampir sepanjang hidup mereka. Wanita mencapai kadar asam urat ini setelah menopause.

Baca Juga: Petai Bisa Jadi Obat Alternatif Diabetes, Ini Kandungannya

Orang lebih mungkin terkena asam urat jika mereka memiliki:

  • Obesitas, atau banyak kelebihan berat badan.
  • Gagal jantung kongestif.
  • Diabetes.
  • Riwayat asam urat dalam keluarga.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Penyakit ginjal.

Anda juga lebih mungkin terkena asam urat jika Anda:

  • Mengkonsumsi makanan tinggi protein hewani
  • Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang signifikan

Baca Juga: Minuman Ini yang Bikin Asam Urat Tinggi Minta Ampun

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru