kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45899,24   -9,30   -1.02%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Inilah Manfaat Kurma untuk Gula Darah, Kenali Gejala Awal Diabetes dan Pencegahannya


Senin, 02 Oktober 2023 / 14:31 WIB
Inilah Manfaat Kurma untuk Gula Darah, Kenali Gejala Awal Diabetes dan Pencegahannya
ILUSTRASI. Inilah Manfaat Kurma untuk Gula Darah, Kenali Gejala Awal Diabetes dan Pencegahannya


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

Gejala Awal Diabetes dan Pencegahannya- Jakarta. Simak manfaat kurma untuk diabetes. Kenali juga gejala awal diabetes dan pencegahannya.

Kurma adalah buah dengan rasa manis karena mengandung gula yang tinggi. Namun, kurma memiliki manfaat untuk diabetes.

Dilansir dari Kompas.com, setidaknya ada 3 manfaat kurma untuk diabetes. Berikut manfaat kurma untuk diabetes:

1. Kurma adalah buah rendah glikemik

Manfaat kurma untuk diabetes yang pertama adalah sebagai buah rendah glikemik. Dilansir dari laman Everyday Health, berkat kandungan seratnya yang tinggi, kurma sebenarnya dianggap sebagai makanan rendah glikemik.

Peringkat indeks glikemik (GI) yang rendah adalah 55 atau kurang, dan penelitian menunjukkan kurma memang memiliki GI antara 43 dan 55. American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan untuk memasukkan buah-buahan rendah glikemik seperti kurma sebagai bagian dari rencana makan seimbang.

Jadi, meskipun rasanya sangat manis, kurma mungkin tidak meningkatkan gula darah sebanyak karbohidrat lainnya. Bahkan para peneliti telah mencatat bahwa kurma bahkan dapat membantu mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes.

Oleh karena itu, kurma bisa menjadi pengganti pemanis lain dalam makanan, dan dalam jumlah yang tepat, bisa menjadi pilihan sehat bagi penderita diabetes.

Baca Juga: Penderita Diabetes Boleh Makan Roti, Ini 9 Roti dengan Indeks Glikemik Rendah

2. Asupan serat yang baik

Manfaat kurma untuk diabetes yang kedua adalah sebagai sumber serat yang baik. Mendapatkan cukup serat penting untuk kesehatan Anda secara keseluruhan, dan mengonsumsi kurma adalah cara yang bagus untuk meningkatkan asupan serat.

Dilansir dari laman Healthline, kandungan serat dalam kurma dapat bermanfaat untuk mengontrol gula darah. Sebab, serat memperlambat pencernaan dan dapat membantu mencegah kadar gula darah melonjak terlalu tinggi setelah makan. Kurma berpotensi membantu pengaturan gula darah karena rendahnya indeks glikemik.

3. Sumber energi rendah lemak

Manfaat kurma untuk diabetes yang ketiga adalah sumber energi rendah lemak. Untuk dapat mengelola diabetes dengan baik, penting untuk mempertimbangkan anggaran karbohidrat harian Anda saat mengonsumsi makanan apa pun.

Satu buah kurma menyediakan 18 gram karbohidrat. Ukuran kurma yang tepat untuk penderita diabetes adalah sekitar dua hingga tiga kurma per hari. Sejalan dengan itu, dikutip dari laman PharmEasy, buah kurma memiliki kandungan energi yang tinggi, di mana 100 gram kurma mengandung sekitar 314 kilokalori energi.

Meskipun sebagian besar energi ini dalam bentuk gula (seperti fruktosa dan glukosa), kurma memiliki banyak serat dan indeks glikemik yang rendah. Artinya, mengonsumsi 2-3 buah kurma sekaligus merupakan sumber energi rendah lemak yang aman bahkan bagi penderita diabetes. Ini adalah salah satu manfaat terbaik kurma, di mana ia dapat berkontribusi terhadap pengelolaan berat badan dan pengaturan gula darah.

Gejala awal diabetes dan pencegahannya.

Mengenali gejala awal diabetes dan pencegahannya sangat penting. Jika terlambat diobati, diabetes semakin parah sehingga tidak bisa disembuhkan.

Dilansir dari Kompas.com. gejala awal diabetes dapat muncul ketika glukosa yang semestinya digunakan sebagai sumber energi justru berada di dalam darah. 

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menyatakan tubuh memecah sebagian besar asupan yang dikonsumsi sehari-hari menjadi gula atau glukosa, lantas melepaskannya ke aliran darah. 

Saat gula darah naik, pankreas melepaskan hormon insulin. Hormon ini bertindak sebagai kuncian agar gula darah masuk ke sel-sel tubuh dan dapat digunakan sebagai energi. 

Ketika seseorang terkena diabetes, pankres tidak dapat memproduksi hormon insulin yang cukup, atau hormon ini tidak dapat digunakan secara efisien. 

Absennya hormon pengontrol gula di dalam tubuh ini menyebabkan gula atau glukosa tetap berada di aliran darah dan kadar gula darah tinggi. Kondisi ini apabila tidak dikendalikan lambat laun bisa merusak kesehatan jantung, mata, sampai ginjal. 

Baca Juga: Buat Penderita Diabetes, Simak Cara Konsumsi Pisang yang Bisa Menurunkan Gula Darah

Untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit kronis ini, kenali gejala awal diabetes yang penting diketahui. 

Ada beberapa gejala awal diabetes yang kerap dirasakan pengidapnya, antara lain: 

1. Kerap buang air kecil 

Gejala awal diabetes yang pertama adalah kerang buang air kecil. Dilansir dari Self, kadar gula darah tinggi membuat ginjal kewalahan dan perlu bekerja ekstra keras untuk menyingkirkan glukosa dari tubuh. Caranya dengan sering buang air kecil atau kencing. Terkadang, air seni yang keluar juga sedikit-sedikit atau anyang-anyangan. 

2. Sering haus 

Gejala awal diabetes yang kedua adalah sering haus. Sering buang air kecil menyebabkan tubuh kekurangan cairan atau merasakan tanda-tanda dehidrasi. Jadi, jangan heran jika penderita diabetes jadi sering haus. Terutama di tahap awal penyakit. 

3. Gangguan penglihatan 

Gejala awal diabetes yang ketiga adalah mengalami gangguan penglihatan. Kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di seluruh tubuh, termasuk bagian mata. Saat pembuluh darah mata pecah, indra penglihatan bakal mengeluarkan cairan. Akibatnya, penderita diabetes merasakan pandangan kabur atau tidak fokus. 

4. Gampang lapar 

Gejala awal diabetes yang keempat adalah gampang lapar. Resistensi insulin menghambat glukosa mencapai sel-sel tubuh untuk memberikan energi dari asupan yang dikonsumsi. Akibatnya, otak dan otot terus-menerus mengirimkan sinyal rasa lapar. Waspada jika Anda baru selesai makan tapi rasanya belum kenyang dan masih ingin makan terus-menerus. 

5. Mengantuk sampai lemas setelah makan 

Gejala awal diabetes yang kelima adalah sering mengantuk dan lemas setelah makan. Lonjakan kadar gula darah di dalam tubuh setelah makan menyebabkan tubuh kelelahan dan mengantuk hebat. Kondisi ini disebabkan glukosa tidak diproses secara efektif di dalam tubuh. 

6. Sering marah atau emosi 

Gejala awal diabetes yang keenam adalah sering marah. Naik turunnya gula darah secara signifikan bisa memengaruhi suasana hati. Kondisi ini dipengaruhi tubuh yang kelelahan mengendalikan gula darah. Dampaknya, penderita diabetes jadi stres, gampang emosi, sering marah, atau perasaannya jadi lebih sensitif. 

7. Luka susah sembuh 

Gejala awal diabetes yang ketujuh adalah luka susah sembuh. tanda-tanda diabetes di kulit bisa dikenali dari kondisi tubuh saat mengalami luka. Penderita diabetes jamak memiliki luka yang susah sembuh. Kondisi ini dipengaruhi sirkulasi darah yang kurang lancar. 

Penyakit ini juga menyebabkan luka lebih rentan infeksi karena sistem kekebalan tubuh tidak prima. 

8. Area lipatan kulit seperti leher hitam 

Gejala awal diabetes yang kedelapan adalah terdapat lipatan kulit seperti leher berwarna hitam. Leher hitam termasuk salah satu tanda-tanda diabetes yang pantang disepelekan. Selain leher, bagian tubuh yang tampak lebih gelap ketimbang biasanya di antaranya siku, lutut, dan buku-buku jari. Kondisi ini dipengaruhi kadar hormon insulin yang melonjak di dalam tubuh. 

9. Berat badan naik turun tanpa sebab jelas 

Gejala awal diabetes yang kesembilan adalah berat badan naik turun tanpa sebab jelas. Berat badan naik atau turun signifikan tiba-tiba termasuk gejala diabetes. Hal ini disebabkan kenaikan gula darah memicu lapar, dehidrasi, kelelahan, stres, dan gangguan tidur. Dampaknya, nafsu makan jadi bertambah atau hilang. Selain itu, ketika tidak ada glukosa untuk bahan bakar energi, tubuh bakal membakar lemak. Akibatnya, badan jadi lebih kurus.   

10. Sering mati rasa dan kesemutan   

Gejala awal diabetes yang kesepuluh adalah sering mati rata dan kesemutan. Tanda-tanda diabetes lainnya yakni sering kesemutan. Biasanya, kita bakal kesemutan dan mati rasa setelah bertahan dalam satu posisi yang cukup lama, misalkan duduk. Tapi, penderita diabetes bisa merasakan kondisi ini meskipun posisi tubuhnya sedang rileks. 

11. Kulit kering

Gejala awal diabetes yang ke-11 adalah kulit kering. Selain rentan mengembangkan luka yang susah sembuh, penderita diabetes jamak memiliki kulit kering dan gatal-gatal. Kondisi ini juga dipengaruhi gangguan sirkulasi darah akibat kadar gula darah tinggi. 

12. Mulut kering 

Gejala awal diabetes yang ke-12 adalah mulut kering. Kelebihan glukosa dalam darah memaksa tubuh mengeluarkan cairan ekstra dari jaringan tubuh. Kondisi ini bisa memicu rasa haus berlebihan, padahal sebelumnya sudah cukup minum. Selain sering haus, penderita biasanya juga memiliki mulut yang cenderung kering.

Cara pencegahan diabetes

Dilansir dari website resmi Kementerian Kesehatan, berikut cara pencegahan diabetes yang bisa dilakukan:

1. Menjaga berat badan ideal

Cara pencegahan diabetes yang pertama adalah menjaga berat badan ideal. Memiliki berat badan ideal adalah salah satu cara mencegah diabetes di kemudian hari. Pasalnya, obesitas (kelebihan berat badan) menjadi salah satu faktor penyebab utama dari diabetes.

Obesitas mengganggu kerja metabolisme yang akhirnya membuat sel-sel dalam tubuh tidak dapat merespons insulin dengan baik.  Tubuh Anda jadi kurang atau sama sekali tidak sensitif terhadap insulin. Akibatnya, resistensi insulin yang berujung pada diabetes.

Hasil uji klinis yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH) pun menyarankan hal ini sebagai tindakan pencegahan diabetes. Pada laporannya, NIH mengatakan dengan menurunkan berat badan, mencegah diabetes hingga 58 persen.

2. Menerapkan pola makan sehat

Cara pencegahan diabetes yang kedua adalah menjaga pola makan sehat. Selama ini kebanyakan orang cenderung terbiasa makan makanan cepat saji, berlemak, dan bergula tinggi.

Nah, untuk mencegah diabetes, Anda perlu mengatur kembali pilihan makanan ini. Untuk mencegah diabetes, pastikan piring makan Anda selalu mengandung nutrisi lengkap dan seimbang, yaitu karbohidrat, protein, serat, lemak baik, serta vitamin dan mineral.

Anda perlu menghindari beberapa jenis makanan sekaligus meningkatkan asupan makanan tertentu.

Makanan yang harus dihindari

  • Makanan tinggi lemak jenuh, seperti susu sapi berlemak, keju, es krim, sosis, nugget, kue, dan gorengan.
  • Makanan dan minuman kemasan.
  • Makanan tinggi natrium, seperti garam, bumbu masak instan, dan mi instan.
  • Makanan dan minuman tinggi karbohidrat sederhana, seperti permen, kue kering, minuman ringan, jajanan manis (martabak).

Makanan yang baik bagi kesehatan

  • Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, buah, sayur, dan biji-bijian.
  • Makanan tinggi serat, seperti kacang merah, kacang polong, buah, dan sayur.
  • Sumber lemak baik, seperti daging ikan (tanpa kulit dan tidak digoreng), alpukat, zaitun, dan kacang almond.

3. Menjaga porsi makan

Cara pencegahan diabetes yang ketiga adalah menakar porsi makan sehari-hari. Apalagi jika Anda terbiasa makan dalam porsi besar.

Makan dengan porsi berlebih membuat Anda mengonsumsi lebih banyak kalori. Ini bisa meningkatkan berat badan dan risiko diabetes.

Menggunakan piring yang lebih kecil bisa menjadi salah satu cara menjaga porsi makan dalam rangka mencegah diabetes. Makan dengan piring kecil membuat Anda secara tidak sadar jadi harus mengurangi porsi makan lebih sedikit dari biasanya.

Idealnya memang lebih baik makan sedikit-sedikit tapi sering ketimbang harus makan dalam jumlah banyak sekaligus.

4. Rutin olahraga

Cara pencegahan diabetes yang keempat adalah rutin olahraga. Aktivitas fisik, termasuk olahraga yang menurunkan gula darah, yang dilakukan secara rutin dapat dijadikan sebagai cara ampuh untuk mencegah diabetes.

Olahraga dapat membantu membakar kalori untuk menghasilkan energi dan menyimpan glukosa ke otot sebagai cadangan energi. Dengan begitu, gula tidak menumpuk di dalam darah.

Olahraga juga membantu tubuh Anda menjadi lebih sensitif terhadap insulin. Ini tentu menghindarkan Anda dari risiko resistensi insulin.

Sebagai langkah pencegahan diabetes, luangkanlah waktu minimal 30 menit setiap harinya untuk berolahraga.

5. Berhenti merokok

Cara pencegahan diabetes yang kelima adalah jangan merokok. Berhenti merokok juga dapat membantu Anda mencegah diabetes. Faktanya, diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling banyak dialami oleh perokok. Hal ini karena kandungan nikotin pada rokok dapat merusak sel pankreas yang berfungsi memproduksi insulin, sehingga akhirnya meningkatkan risiko diabetes.

6. Banyak minum air putih

Cara pencegahan diabetes yang keenam adalah banyak minum air putih. Mengonsumsi air putih secara rutin dapat membantu mengontrol gula darah dan kadar insulin dalam tubuh.

Efeknya, risiko terkena diabetes akan semakin menurun. Oleh karena itu, mulailah mengurangi untuk mengonsumsi minuman manis seperti soda, sirup, dan minuman tinggi gula lainnya. Sebuah studi observasional yang dilakukan pada 2800 orang. Mereka yang lebih sering mengonsumsi minuman manis tinggi gula per hari memiliki risiko sebesar 20% menderita diabetes. Sebaliknya, mengonsumsi air putih dapat memberikan banyak manfaat.

7. Kelola Stres

Cara pencegahan diabetes yang ketujuh adalah mengelola stres. Stres yang tinggi dapat memicu tubuh menghasilkan hormon stres yang berkaitan dengan resistensi insulin.

Jadi, sangat penting bagi kamu yang masih muda untuk mengelola stres dengan baik. Istirahat yang cukup, melakukan hal-hal yang kamu senangi, serta sering bersosialisasi dengan teman dan keluarga merupakan cara-cara yang bisa membantu kamu menghilangkan stress.

8. Menjaga Porsi Makan

Cara pencegahan diabetes yang kedelapan adalah menjaga porsi makan. Makan dengan jumlah besar akan menambah lebih banyak kalori yang dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin lebih tinggi, sehingga berisiko menyebabkan diabetes. Oleh karena itu, menghindari makan dengan porsi besar dapat membantu mengurangi kadar insulin dan gula darah serta dapat mencegah diabetes.

9. Melakukan pengecekan gula darah secara rutin

Cara pencegahan diabetes yang kesembilan adalah melakukan pengecekan gula darah secara rutin. Untuk menilai kadar gula darah, Anda perlu melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala ke dokter. Tes gula darah penting dilakukan untuk memonitor kadar gula darah dan mendeteksi dini penyakit diabetes.

Bagi Anda yang sehat dan tidak berisiko tinggi terkena diabetes, maka pemeriksaan gula darah dapat dilakukan setahun sekali.

Namun, jika Anda tergolong yang berisiko tinggi terkena diabetes, seperti berusia 40 tahun ke atas, memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke, obesitas, atau memiliki riwayat keluarga menderita diabetes, maka dokter mungkin akan menyarankan tes gula darah dilakukan lebih sering.

Itulah berbagai gejala awal diabetes dan pencegahannya, serta manfaat kurma untuk mengontrol gula darah. Mari jalankan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit diabetes.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×