Inilah bukti olahraga bisa membantu menurunkan darah tinggi dan kolesterol

Selasa, 08 Juni 2021 | 14:27 WIB Sumber: Kompas.com
Inilah bukti olahraga bisa membantu menurunkan darah tinggi dan kolesterol

ILUSTRASI. Inilah bukti olahraga bisa membantu menurunkan darah tinggi dan kolesterol

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Para pakar kesehatan selalu menyarankan, selain minum obat, untuk menurunkan darah tinggi dan kolesterol juga harus diimbangi dengan olahraga. Bagaimana olahraga bisa menurunkan darah tinggi dan kolesterol dari dalam tubuh?

Studi ilmiah dari American Heart Association sudah menemukan bukti bahwa olahraga bisa menurunkan darah tinggi dan kolesterol dari dalam tubuh.

Studi tersebut mencatat, perubahan gaya hidup melalui olahraga diyakini dapat membantu menurunkan darah tinggi dan kolesterol pada orang-orang yang memiliki risiko penyakit jantung ringan hingga sedang.

Studi ini menawarkan panduan bagi dokter agar memberikan resep kepada pasien penyakit jantung untuk lebih banyak melakukan aktivitas fisik. Menurut peneliti vaskular dan ketua studi, Bethany Barone Gibbs, panduan ini memang tidak biasa dilakukan oleh para dokter.

Sebab, dokter hanya meresepkan obat kepada pasien, tidak menyarankan pasien untuk mengubah gaya hidup, termasuk olahraga guna menurunkan darah tinggi dan kolesterol dari dalam tubuh.

"Kami ingin memastikan semua dokter diberdayakan dan menghilangkan rasa takut pasien akan aktivitas fisik, karena pasien tidak harus pergi ke gym atau berlari setiap hari," sebut Gibbs.

"Buat orang yang tidak aktif, berolahraga 30 menit dalam seminggu dapat memberikan manfaat kesehatan," tambah profesor yang bekerja di departemen kesehatan dan pembangunan manusia di University of Pittsburgh itu.

"Kami ingin mengarahkan dokter untuk menyadari aktivitas fisik adalah opsi yang baik, membantu mengobati kolesterol dan tekanan darah tinggi."

Baca juga: Cara menurunkan berat badan untuk penderita diabetes, lakukan diet berikut

Sekitar 53 juta (21 persen) orang dewasa di Amerika mengalami peningkatan tekanan darah, menurut pedoman yang dirilis pada 2017. Kenaikan tekanan darah itu dilihat dari hasil yang menunjukkan tekanan darah sistolik di angka 120-139 mmHg, dan tekanan darah diastolik di angka 80-89 mmHg.

Para peneliti menduga, sekitar 71 juta (28 persen) orang Amerika memiliki kadar kolesterol yang sedikit lebih tinggi, di mana angka LDL atau kolesterol jahat lebih tinggi dari 70 mg/dl. Peningkatan kolesterol dan tekanan darah sering terjadi bersamaan, dan kedua kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung.

Karena itulah, gagasan menjadikan olahraga untuk membantu menurunkan darah tinggi dan kolesterol muncul. Olahraga dinilai lebih mudah diterapkan pasien ketimbang menurunkan berat badan atau mengubah pola makan.

"Banyak orang tidak ingin memulai pengobatan, jadi olahraga ini adalah hal yang dapat memberikan motivasi pada pasien," kata Gibbs.

"Seorang dokter yang memberikan resep berupa aktivitas fisik akan benar-benar memotivasi pasien. Pasien akan menganggap hal itu dengan lebih serius."

Editor: Adi Wikanto
Terbaru