Inilah 8 kemungkinan penyebab telat haid

Jumat, 23 Juli 2021 | 15:28 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Inilah 8 kemungkinan penyebab telat haid

ILUSTRASI. Nyeri haid, di dalam dunia medis disebut dismenore adalah keluhan umum yang kerap dialami wanita saat haid. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)

KONTAN.CO.ID - Batas telat haid pada wanita bisa berbeda-beda karena siklus yang juga bervariasi. Kebanyakan wanita yang belum mencapai manopause biasanya mengalami menstruasi setiap 28 hari. 

Namun siklusnya ini bervariasi, ada beberapa wanita yang mengalami siklus setiap 21 sampai 35 hari. Perbedaan ini membuat batas telat haid atau menstruasi setiap wanita berbeda-beda. 

Selama rentang waktunya berada di antara 21-35 hari, maka masih dianggap normal. Beberapa wanita mungkin pernah mengalami terlambat menstruasi yang tidak biasa, bisa telat menstruasi 1 minggu, bahkan hingga sebulan. 

Ada sejumlah penyebab telat haid terjadi dalam waktu yang tidak wajar, misalnya lebih dari 90 hari. 

Terlambat menstruasi biasanya jadi tanda awal kehamilan. Selain karena peluang kehamilan, perbedaan batas telat haid disebabkan banyak faktor seperti konsumsi obat-obatan hingga mengidap penyakit tertentu.

Baca Juga: 5 Opsi obat herbal sakit pinggang yang mudah didapat

Nah berikut ini 8 kemungkinan seorang wanita belum juga datang bulan sesuai siklusnya atau telah melewati batas telat haid seperti dilansir dari Healthline:

1. Stres

Stres dapat membuat perubahan pada sistem reproduksi. Stres bisa mempengaruhi bagian otak Anda yang bertanggung jawab untuk mengatur periode datang bulan yakni hipotalamus.

Seiring waktu, stres dapat menyebabkan penyakit atau kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba, yang semuanya dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda.

2. Berat badan rendah

Berat badan rendah juga bisa berpengaruh terhadap telat haid. Wanita dengan gangguan makan, seperti anoreksia nervosa atau bulimia, mungkin mengalami keterlambatan menstruasi. 

Penurunan berat badan secara drastis bisa menganggu proses ovulasi. Untuk kembali mendapatkan siklus yang normal, sebaiknya lakukan makan sehat teratur atau konsultasikan ke dokter. 

Baca Juga: 5 Jenis Jerawat yang Harus Moms Ketahui

3. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah suatu kondisi yang menyebabkan tubuh Anda memproduksi lebih banyak hormon androgen pria. PCOS bisa menyebabkan seorang perempuan mengalami telat menstruasi.

Selain itu, kista yang terbentuk di ovarium bisa menjadi sebab dari ketidakseimbangan hormon ini. Ini bisa membuat ovulasi tidak teratur atau menghentikannya sama sekali.

4. Kontrol kelahiran

Anda mungkin merasa telat haid pasca ikut program KB. Pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin, yang mencegah ovarium melepaskan sel telur. 

Diperlukan waktu hingga enam bulan agar siklus Anda menjadi konsisten lagi setelah menghentikan pil. 

Baca Juga: Sederet Manfaat Daging Kambing untuk Perempuan dan Ibu Hamil

Editor: Virdita Ratriani
Terbaru