Tips Sehat

Ini tips dari dokter Reisa bagi penyandang penyakit tidak menular saat sekarang ini

Rabu, 08 Juli 2020 | 23:55 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Ini tips dari dokter Reisa bagi penyandang penyakit tidak menular saat sekarang ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa penyakit yang termasuk ke dalam penyakit tidak menular (PTM) merupakan kelompok penyakit yang berpotensi tinggi menjadi penyakit penyerta atau komorbid sehingga akan sangat rentan jika terinfeksi Covid-19.

Penyakit yang termasuk dalam kelompok PTM antara lain hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke dan kanker.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan bahwa terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan bagi para peyandang PTM, antara lain menjaga asupan makanan dan minuman, menjalankan kebiasaan sehat dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, terutama pemeriksaan dengan dokter yang telah mengetahui rekam medis para penyandang PTM.

Baca Juga: UPDATE corona di Jawa Timur 8 Juli 2020 positif 14.967, sembuh 5.319, meninggal 1.102

"Konsultasi dengan dokter apabila memungkinkan dengan bantuan telemedis atau konsultasi online. Tentunya diupayakan dengan dokter yang sudah mengetahui rekam medis kita," ujar Dokter Reisa saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta (8/7) dilansir dariĀ  laman Covid-19.

Dokter Reisa juga menyampaikan sembilan tips tambahan bagi para penyandang PTM. Bagi penyandang PTM yang berusia 50 tahun ke atas, diharapkan dapat tinggal di rumah untuk mengurangi potensi tertular Covid-19.

"Pertama, tetap berada di rumah, terutama bagi yang berusia 50 tahun ke atas," jelasnya.

Kedua, meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, hindari gula dan lemak berlebih. Selain itu konsultasikan dengan dokter terkait suplemen atau multivitamin yang dapat dikonsumsi.

"Ketiga, jaga jarak minimal 1-2 meter, hindari kerumunan atau keramaian," lanjutnya.

Baca Juga: UPDATE corona di Jakarta 8 Juli positif 13.069 sembuh 8.429 meninggal 667

Mencegah perpindahan droplet yang berpotensi menularkan virus SARS-CoV-2, lakukan cuci tangan dengan sabun dengan air mengalir selama minimal 20 detik. Jika tidak memungkinkan, gunakan hand sanitizer yang mengandung 60% alkohol.

Selanjutnya, gunakan masker jika harus keluar rumah. Keenam, hindari menyentuh wajah, hidung, mata dan mulut sebelum mencuci tangan.

"Ketujuh, upayakan aktivitas fisik selama 30 menit per hari atau dapat disesuaikan dengan saran dokter guna meningkatkan imunitas tubuh. Namun, hindari aktivitas dengan intensitas yang tinggi," jelas Dokter Reisa.

Kedelapan, istirahat yang cukup selama 6-8 jam sehari untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Jika mulai merasa stres, bingung dan takut, bicarakan perasaan tersebut pada orang yang dipercaya. Saling menguatkan dapat menjadi obat dari rasa stres. Terus beribadah, membaca buku, mendengar musik atau melakukan aktivitas lain yang dapat membantu melawan rasa cemas.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Rabu (8/7): 68.079 kasus, 31.585 sembuh, 3.359 meninggal

Dokter Reisa menambahkan bagi masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah yang disiarkan resmi setiap hari.

"Hanya percaya yang terbukti kebenarannya. Hindari mitos dan hoax yang membuat anda panik," tambahnya.

Terakhir, Dokter Reisa mengimbau masyarakat yang merasa sehat agar tetap melakukan deteksi dini ke rumah sakit melalui screening minimal enam bulan hingga satu tahun sekali. Beberapa hal yang perlu dipantau adalah tekanan darah, gula darah, indeks berat badan dan indikator kesehatan personal lainnya.

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Yudho Winarto


Terbaru