kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Ini perbedaan kehilangan indra penciuman pada gejala Covid-19 dengan pilek


Jumat, 04 Desember 2020 / 17:10 WIB
ILUSTRASI. Ini perbedaan kehilangan indra penciuman pada gejala Covid-19 dengan pilek. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Studi tentang beda anosmia pada gejala corona dan pilek

Pada awal November lalu, seperti diberitakan Kompas.com, peneliti Eropa menemukan bahwa ada perbedaan antara kehilangan indra penciuman pada pasien yang terinfeksi virus corona, dengan seseorang yang mengidap flu atau pilek parah.

Para peneliti menyebutkan, pada pasien virus corona, kehilangan indra penciuman cenderung terjadi secara tiba-tiba dan parah. Selain itu, hidung mereka juga biasanya tidak tersumbat, atau berair.

Baca juga: Desember, harga PCX & Forza diskon Rp 11 juta di diler ini

Kebanyakan pasien yang terinfeksi virus corona masih bisa bernapas dengan lega. Pasien Covid-19 yang mengalami anosmia kurang bisa mengenali bau, dan mereka sama sekali tidak bisa membedakan rasa pahit atau manis.

Sementara, alasan mengapa seseorang kehilangan kemampuan mencium bau ketika pilek atau flu adalah penyumbatan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Bedanya Kehilangan Penciuman karena Virus Corona dan Pilek",

Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Selanjutnya: Promo Tupperware Desember 2020, persiapan sambut Natal dan Tahun Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×