Ini Gejala Awal Pengapuran Sendi yang Tidak Boleh Disepelekan

Senin, 30 Mei 2022 | 16:03 WIB Sumber: Kompas.com
Ini Gejala Awal Pengapuran Sendi yang Tidak Boleh Disepelekan

ILUSTRASI. Pengapuran Sendi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengapuran sendi tidak hanya menyerang laki-laki tapi juga perempuan. Ini gejala awal pengapuran sendi yang tidak boleh Anda abaikan. 

Osteoarthritis alias pengapuran sendi adalah bentuk nyeri sendi degeneratif yang disebabkan oleh keausan pada sendi. 

Baca Juga: Ini Manfaat Daun Buah Bit yang Jarang Diketahui

Seiring bertambahnya usia, tulang rawan yang menjadi bantalan persendian pada umumnya akan berangsur menipis atau rusak. 

Gesekan antar tulang tanpa bantalan pada akhirnya bisa menimbulkan radang sendi atau merusak sendi. 

Melansir WebMD, pengapuran sendi adalah penyakit radang sendi yang paling umum terjadi. 

Sekitar 1 dari 3 orang berusia lebih dari 60 tahun dilaporkan memiliki masalah sendi ini. 

Sementara, hampir semua orang di atas usia 70 tahun memiliki beberapa tingkat kondisi pengapuran sendi, termasuk yang sangat ringan hingga tidak menimbulkan gejala apa pun. 

Sebelum memasuki usia 45 tahun, osteoarthritis lebih sering terjadi pada pria, tapi setelah usia 55 tahun, jumlah wanita yang menderita radang sendi ini meningkat. 

Meskipun pengapuran sendi dapat menyerang sendi mana pun, tapi paling sering terjadi pada lengan dan kaki, termasuk jari, pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki, dan pinggul. 

Punggung bawah juga merupakan sumber umum nyeri osteoarthritis. 

Gejala awal pengapuran sendi

Dilansir dari Health Line, ada beberapa kondisi yang bisa dicurigai sebagai gejala awal osteoarthritis. 

Sebaiknya beri tahu dokter jika Anda mengalami gejala awal osteoarthritis berikut: 

1. Nyeri 

Orang dengan artritis sangat akrab dengan sakit punggung, leher, lutut, dan pinggul. 

Nyeri ini bisa terasa lebih tajam ketika sendi yang terkena digerakkan dengan cara tertentu. Misalnya, membuka toples dengan jari yang terserang radang sendi. 

2. Nyeri tekan dan bengkak 

Nyeri tekan juga bisa menjadi gejala awal osteoarthritis. Nyeri tekan merupakan ketidaknyamanan yang akan dirrasakan saat sendi coba ditekan. 

Pembengkakan di area sendi juga bisa menjadi gejala awal osteoarthritis, tetapi kondisi ini lebih sering terjadi pada stadium lanjut. 

3. Kekakuan sendi 

Seiring dengan munculnya nyeri sendi, datanglah kekakuan sendi. 

Kekakuan sendi sementara setelah masa istirahat, seperti bangun tidur di pagi hari atau setelah duduk dalam waktu lama bisa menjadi tanda awal osteoarthritis. 

Kekakuan sendi sering membuat penderitanya merasa lesu, tak bersemangat, dan lambat, sehingga mendorong untuk tetap berada di tempat tidur atau kursi. 

Padahal, orang dengan arthritis dilaporkan sering mulai merasa lebih baik setelah mereka mencoba menghangatkan persendian melalui beberapa latihan ringan atau bahkan melakukan rutinitas harian mereka. 

4. Sensasi abnormal 

Tulang rawan dimaksudkan sebagai bantalan peredam kejut yang membantu persendian bergerak dengan lancar. 

Saat tulang rawan menipis atau menghilang, gesekan dari tulang ke tulang dapat menghasilkan sejumlah sensasi abnormal. Sensasi abnormal itu termasuk munculnya suara gesekan. 

Suara yang muncul adalah tanda bahwa sendi bergerak pada permukaan yang kasar dan hal tersebut hanya terjadi pada orang yang mengalami radang sendi. 

5. Kehilangan fleksibilitas 

Orang-orang di tahap awal arthritis mungkin memperhatikan bahwa memindahkan area yang terkena di tubuh mereka tidak semudah dulu. 

Kekakuan dan nyeri sendi dapat menyebabkan hilangnya fleksibilitas, juga disebut hilangnya rentang gerak. 

Rentang gerak adalah sejauh mana Anda dapat menggerakkan persendian Anda dalam pola normalnya. 

Misalnya, menekuk dan meregangkan lutut sepenuhnya adalah rentang geraknya. Jika Anda menderita radang sendi, Anda mungkin tidak dapat menekuk lutut Anda sejauh ini. 

Kehilangan fleksibilitas biasanya merupakan proses yang sangat bertahap. 

6. Nyeri sendi masih terbatas pada waktu tertentu saja 

Pada tahap awal osteoarthritis, rasa nyeri, nyeri tekan, dan kekakuan sendi cenderung baru terjadi pada waktu atau kesempatan tertentu saja. 

Misalnya, Anda mungkin menyadari pinggul Anda sakit setelah bermain bola basket, atau punggung Anda kaku di pagi hari. 

Nah, seiring perkembangan artritis degeneratif, Anda bisa saja muai mengalami nyeri sendi bahkan saat Anda sedang istirahat.  

Jika seseorang mencurigai memiliki gejala awal osteoarthritis, sebaiknya jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Pasien dan dokter dapat membuat rencana pengelolaan osteoarthritis bersama untuk meredakan nyeri artritis. 

Obat pereda nyeri yang dijual bebas, kawat gigi untuk menopang sendi, dan latihan rentang gerak kiranya dapat membantu mempertahankan kemandirian dan gaya hidup aktif bagi penderita osteoarthritis. 

Baca Juga: Dapat Meredakan Nyeri Sendi, Ini 6 Manfaat Mengkonsumsi Nanas yang Perlu Diketahui

https://health.kompas.com/read/2021/05/23/100400068/6-gejala-awal-osteoarthritis-yang-perlu-diwaspadai?page=all#page2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati

Terbaru