Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.075
  • EMAS656.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Ini efek samping bila Anda berhenti mengonsumsi karbohidrat

Kamis, 11 April 2019 / 15:52 WIB

Ini efek samping bila Anda berhenti mengonsumsi karbohidrat
ILUSTRASI. Ilustrasi makan


KONTAN.CO.ID - Terlalu banyak konsumsi karbohidrat seringkali dianggap sebagai penyebab utama obesitas. Beberapa orang pun mulai mengontrol jumlah asupan karbohidrat yang dikonsumsinya.

Jika targetmu adalah menurunkan berat badan, kamu mungkin akan melihat hasilnya setelah memangkas asupan karbohidrat. Terutama lemak pada bagian perut. Namun, sama seperti diet ekstrim, pola makan rendah karbohidrat membawa sejumlah efek samping.


Ahli gizi teregistrasi dari Wellness Institute, Kristin Kirkpatrick menjelaskan efek samping yang dimaksud.

1. Sakit kepala

Pada beberapa hari awal menjalani pola makan rendah karbohidrat, tubuh kita memerlukan penyesuaian besar untuk mengganti bahan bakar favoritnya, cadangan glukosa dan glikogen, menjadi sumber lainnya. Dalam kasus diet keto, berarti sumber utama diperoleh dari komponen yang dihasilkan dari pembakaran lemak.

Tubuh akan mulai terbiasa menggunakan bahan bakar baru tersebut setelah sekitar tiga atau empat hari. Setelah itu, sakit kepala mungkin tidak lagi kamu rasakan.

2. Lesu

Kamu mungkin akan merasa kelelahan atau gemetar pada beberapa hari awal menjalani pola makan rendah karbohidrat. Alasannya sama, yaitu karena tubuhmu kehilangan bahan bakar utama yang biasa digunakan untuk menghasilkan tenaga.

3. Kram otot

Kram otot juga bisa terjadi ketika kamu memangkas jumlah konsumsi karbohidrat. Alasannya, tubuh mungkin mengalami dehidrasi, kekurangan potasium, magnesium, dan lainnya.

Kristin menyarankan agar kamu bisa menggantikan kekurangan nutrisi tersebut dengan sumber lainnya. Kemudian, pastikan kamu mendapatkan hidrasi yang cukup. Sekitar 11 gelas per hari sudah cukup untuk menjadi target harian.

4. Sembelit atau diare

Memangkas karbohidrat, terutama karbohidrat kompleks, sama saja dengan memangkas konsumsi serat. Inilah alasannya banyak orang-orang yang menjalani pola makan rendah karbohidrat mengalami sembelit atau diare.

Karena sembelit adalah salah satu efek samping yang paling umum terjadi, menambah konsumsi sayur-sayuran dan kacang bisa membantu menjaga asupan serat bagi tubuh.Krisitin menyarankan konsumsi makanan, seperti brokoli atau kacang macadamia.

5. Ruam pada kulit

Efek samping ini cenderung jarang terjadi tanpa penyebab yang definitif dan biasanya terlihat pada orang-orang Asia. Namun, ada baiknya melakukan riset pribadi. Sebab, kita lah yang mengetahui diri sendiri, termasuk memahami apa yang bisa dan tidak bisa kita makan, hingga efek samping makanan tertentu terhadap tubuh kita.

Selain itu, konsultasikan lah kepada ahli gizi jika ingin menjalankan pola makan rendah karbohidrat. (Nabilla Tashandra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Efek Samping Berhenti Mengonsumsi Karbohidrat", 

 


Sumber : Kompas.com
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0534 || diagnostic_web = 0.3390

Close [X]
×