kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Ini dia rahasia gajah jarang terjangkit kanker. Bisakah diterapkan pada manusia?

Minggu, 19 Agustus 2018 / 06:27 WIB

Ini dia rahasia gajah jarang terjangkit kanker. Bisakah diterapkan pada manusia?
ILUSTRASI. Hewan Terberat Yang Masih Hidup di Dunia - Gajah Afrika (African Elephant)



KONTAN.CO.ID - Saat ini sekitar 17% kematian di seluruh dunia disebabkan oleh kanker. Sementara jumlah gajah yang mati karena kanker hanya 5% padahal rata-rata usia hidup mereka sama dengan manusia, yaitu sekitar 70 tahun.

Karena penasaran, sebuah tim yang dipimpin oleh seorang ahli genetika manusia, Vincent Lynch, yang mengajar di Universitas Chicago dan para peneliti dari Universitas Utah lantas meneliti hal ini.


Mereka menduga ini mungkin berhubungan dengan adanya gen p53 yang berfungsi menekan tumor pada gajah. Keistimewaan gen ini adalah mengenali DNA yang rusak dan mendorongnya ke dalam kematian sel terprogram, juga disebut autophagy.

Jadi sel yang sakit akan dirusak dan dicerna sendiri oleh sistem kekebalan tubuh sehingga tidak dapat berkembang menjadi sel-sel tumor.

Gen ini sebenarnya juga ada pada manusia dan hampir di seluruh mamalia, setidaknya satu salinan gen.

Gen zombie

Yang mengejutkan para peneliti, gajah ternyata tidak cuma punya satu, tetapi 20 salinan gen p53 dalam susunan genetik mereka. Akibatnya, sel-sel ini bereaksi jauh lebih sensitif terhadap tiap kerusakan pada genom dan memulai kematian sel lebih awal. 

Akan tetapi, lewat penelitian ini para peneliti juga menemukan terobosan lain. "Gen-gen menduplikasi diri mereka sendiri sepanjang waktu," kata Lynch. "Terkadang mereka juga melakukan kesalahan, menghasilkan versi gen nonfungsional yang dikenal sebagai pseudogen."

Sambil terus meneliti gen p53, para peneliti menemukan pseudogen yang disebut faktor penghambat leukemia 6 (LIF6). Yang luar biasa, pada gajah pseudogen ini bisa tiba-tiba berfungsi kembali. Dengan kata lain gen ini bangkit dari kematian.

Gen ibarat zombie ini \lah yang kemudian menghancurkan pasokan energi dari sel yang sakit.

LIF6 bekerja dengan cara melubangi mitokondria yang berfungsi ibarat pembangkit listrik di dalam sel dan menyebabkan sel yang sakit itu mati. "Ibarat zombie. Gen yang mati ini hidup kembali. Ia dihidupkan oleh adanya sel DNA yang rusak lantas membunuh sel itu, dengan cepat," Lynch menjelaskan.

"Ini menguntungkan bagi gajah, karena sel ini bertindak merespon kesalahan genetik, dan juga kesalahan yang dibuat ketika DNA sedang diperbaiki. Menyingkirkan sel itu dapat mencegah kanker berikutnya." 

Para peneliti mempublikasikan penelitian mereka dalam jurnal Cell Reports 14 Agustus 2018.

Bisakah diterapkan pada manusia?

Gen LIF6 diduga telah aktif pada gajah selama jutaan tahun. Gen ini sepertinya juga sudah ada di tubuh nenek moyang gajah modern saat ini, yaitu Hyrax yang hidup sekitar 25 hingga 30 juta tahun yang lalu.

Tinggi Hyrax pada saat itu hampir tidak lebih besar dari marmut. Ada kemungkinan bahwa mekanisme perusalan sel kanker ini juga bertanggung jawab atas ukuran besarnya gajah.

Hewan besar memiliki sel dan sistem pembelahan sel yang lebih banyak dari hewan kecil. Karena itulah, para peneliti berasumsi bahwa mereka juga memerlukan mekanisme yang sangat efektif untuk menekan atau membuang sel tumor.

Lynch dan rekan-rekannya kini ingin mencoba menggunakan strategi gajah dalam pengobatan kanker terhadap tubuh manusia.

"Mungkin kita dapat menemukan cara untuk mengembangkan obat yang bisa meniru perilaku LIF6 pada gajah atau membuat sel kanker agar bisa menghidupkan salinan sel zombie mereka," kata dia.


Sumber : DW.com
Editor: Hasbi Maulana

GAJAH

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0554 || diagnostic_web = 0.2966

Close [X]
×