kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.585   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ini cara mudah menjaga kesehatan otak tanpa mengkonsumsi suplemen


Selasa, 17 September 2019 / 18:42 WIB
Ini cara mudah menjaga kesehatan otak tanpa mengkonsumsi suplemen
Ilustrasi berpikir


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Suplemen otak adalah bisnis besar. Pada tahun 2015, pasar suplemen yang secara spesifik menargetkan kesehatan otak bernilai US$ 2.3 miliar. Di tahun 2024, angkanya diprediksi naik 500%.

Hal tersebut mengindikasikan betapa orang memerhatikan kesehatan otaknya, tapi dengan cara instan. Dengan suplemen, mereka berharap bisa meningkatkan kemampuan memori, meningkatkan fokus, mengurangi depresi, hingga mencegah demensia.

Dari berbagai jenis suplemen, yang paling populer adalah yang mengandung ginkgo, ginseng, carnitine, minyak ikan, kunyit, hingga CBD oil.

Baca Juga: Jokowi janjikan upaya penegakkan hukum bagi pembakar hutan

Suplemen adalah produk kesehatan yang regulasinya tidak ketat dan penelitian berkualitas untuk menguji efektivitasnya tidak sebaik riset obat. Dengan kata lain, sebenarnya tidak ada bukti kuat yang menyimpulkan suplemen-suplemen tersebut memang bermanfaat bagi otak.

Jika Anda tidak ingin mengeluarkan uang banyak untuk membeli suplemen otak yang belum tentu efektif itu, masih banyak cara yang bisa dilakukan demi menjaga fungsi otak tetap prima. 

1. Pola makan, bukan pil 

Penelitian menyebutkan, otak yang sehat terkait erat dengan pola makan yang tinggi sayuran hijau, kacang-kacangan, buah berry, dan ikan berlemak. 

Beberapa jenis vitamin dan mineral memang dibutuhkan oleh otak, dan kita bisa memenuhinya dari beragam jenis makanan. 

Baca Juga: Lima tips agar tetap fokus di tengah lingkungan kerja yang sibuk

2. Bergerak, berkeringat 

Bergerak aktif bukan hanya baik untuk tubuh, tapi juga otak. Penelitian mengungkap, orang yang jarang berolahraga lebih beresiko menderita demensia. 

Berolahraga juga akan meningkatkan kerja otak lebih efektif, berapa pun usia kita. Olahraga yang dianjurkan pun tidak harus yang berat, namun aktivitas tanpa pengerahan fisik seperti jalan kaki, yoga, atau tai chi, juga bisa bermanfaat asalkan denyut jantung kita meningkat. 


Survei KG Media

TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×