Produk dan Layanan

Inhalasi hidrogen diklaim bisa bantu penyembuhan pasien corona

Sabtu, 04 April 2020 | 14:44 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Inhalasi hidrogen diklaim bisa bantu penyembuhan pasien corona

ILUSTRASI. Leonardo Wiesan, Co-Founder LiveWell Global

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi corona (covid-19) masih menjadi ancaman dunia. Sudah 1 juta orang terinfeksi virus dan masih akan terus bertambah seiring belum ditemukannya vaksin virus ini.

Tapi belakangan, inhalasi gas hidrogen menjadi pembicaraan beberapa peneliti dunia dalam metode perawatan membantu penyembuhan pasien  COVID-19. Hal ini diketahui dari pernyataan seorang  pakar farmasi di sebuah situs jurnal penelitian www.researchgate.net tanggal 3 Maret 2020.

Baca Juga: Bukan vaksin, ilmuwan China ini menemukan antibodi efektif untuk mengobati corona

Situs penelitian ini menampilkan diskusi para peneliti dari berbagai negara  yang  membahas potensi  hidrogen  untuk membantu pengobatan Covid-19 yang dinilai murah dan efektif. 

Diskusi tersebut diawali oleh Dr. Duried Alwazeer seorang peneliti dari Redox Reserch Center dan Associate Profesor Department of Food Engineering di Iğdır Üniversitesi yang menyatakan bahwa di tahun 2007 banyak penelitian dilakukan untuk menggunakan gas hidrogen sebagai agen terapeutik pada berbagai penyakit, serta berbagai penelitian yang melaporkan efek perlindungan hidrogen terhadap kerusakan paru iradiasi dan perbaikan cedera paru hiperoksik.

Alwazeer lantas mengajak rekan-rekan ahli yang bekerja di patologi virus untuk menguji kemungkinan aplikasi hidrogen sebagai pengobatan COVID-19 yang potensial dan murah.

Pesan ini langsung disambut oleh pernyataan Dr. Shirley Xiao Yu Wu seorang profesor Ilmu Farmasi, University of Toronto, Canada.

Menurutnya, beberapa tim medis China tengah merekomendasikan penggunaan 66,6 % hidrogen dan 33,3 % oksigen untuk inhalasi sebagai pengobatan COVID-19, karena hidrogen dinilai aman dalam mengurangi radikal bebas dan peradangan sitokin. 

Baca Juga: Belanda izinkan lagi penjualan ganja di tengah penguncian corona, ada apa?

Hingga kini, diskusi dalam situs jurnal www.researchgate.net masih berlangsung dan menunggu hasil dari metode perawatan ini.

Editor: Yudho Winarto


Terbaru