kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Infeksi HPV: Penyebab dan Gejalanya


Kamis, 28 Juli 2022 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi. Infeksi HPV


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Infeksi HPV penyakit menular yang tidak semuanya berkembang menjadi kanker. Ini penyebab dan gejala infeksi HPV. 

Human papillomavirus alias infeksi HPV merupakan penyakit kelamin yang bersifat menular. 

Baca Juga: Bersifat Menular, Ini Penyebab dan Gejala Gonore

Mengutip dari Mayo Clinic, infeksi HPV merupakan invesi virus yang umumnya menyebabkan pertumbuhan kulit atau selaput lendir alias kutil. 

Ada lebih dari 100 jenis HPV, beberapa jenis hanya menyebabkan kutil dan sebagian lainnya bisa menyebabkan berbagai jenis kanker. 

Perlu Anda ketahui, beberapa jenis HPV genital bisa menyebabkan kanker bagian bawah rahim yang menghubungkan ke vagina. 

Jenis kanker lain termasuk anus, penis, vagina, vulva dan belakang tenggorokan, telah dihubungkan dengan infeksi HPV. 

Infeksi HPV sering ditularkan secara seksual melalui kontak kulit. 

Vaksin menjadi salah satu cara untuk membantu melindungi terhadap jenis HPV yang menyebabkan kutil kelamin atau kanker serviks. 

Penyebab infeksi HPV 

Infeksi HPV terjadi saat virus memasuki tubuh, biasanya melalui luka, lecet, atau robekan kecil di kulit. 

Infeksi HPV gentital ditularkan melalui hubungan seksual, seks anak, dan kontak kulit ke kulit lainnya di daerah genital. 

Beberapa infeksi HPV yang mengakibatkan lesi pada mulut atau saluran pernapasan atas ditularkan melalui seks oral. 

Perempuan hamil yang terinfeksi HPV dengan kutil kelamin memiliki kemungkinan bayi yang dilahirkan akan terinfeksi. 

Namun, jarang ditemukan infeksi HPV bisa menyebabkan pertumbuhan non kanker pada laring bayi. 

Berikut beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko infeksi HPV: 

  • Memiliki banyak pasangan seksual. 
  • Usia 
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah 
  • Kulit yang rusak 
  • Kontak personal 

Gejala infeksi HPV 

Dalam kebanyakan kasus, sistem kekebalan tubuh bisa mengalahkan infeksi HPV sebelum menimbulkan kutil. 

Ketika kutil muncul, gejala bervariasi tergantung dengan jenis infeksi HPV: 

Kutil kelamin 

Kutil kelamin muncul sebagai lesi datar, benjolan kecil seperti kembang kol atau tonjolan kecil seperti batang. 

Pada perempuan, kutil kelamin sebagian besar muncul di vulva tapi juga bisa muncul di dekat anus, di leher rahim atau vagina. 

Pada laki-laki, kutil kelamin muncul di penis dan skrotum atau di sekitar anus. 

Kutil kelamin jarang menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit, meskipun terasa gatal atau lunak. 

Kutil umum 

Kutil biasa muncul sebagai benjolan kasar dan menonjol dan bisanya di tengan dan jari. 

Umumnya, kutil tidak enak dipandang, menyakitkan, dan rentan terhadap cedera atau pendarahan. 

Kutil platar 

Kutil platar adalah pertumbuhan kasar yang biasanya muncul di tumit atau bola kaki. 

Kutil datar 

Kutil datar adalah lesi yang datar dan sedikit terangkat, biasanya bisa muncul di mana saja. 

Pada anak-anak biasanya muncul di wajah, dan pada laki-laki muncul di area janggut, sedangkan untuk perempuan muncul di kaki. 

Baca Juga: Sifilis: Penyebab dan Gejalanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×