kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ibu, jangan sembarangan cat rambut anak ya..


Selasa, 01 Maret 2016 / 09:07 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Memiliki anak perempuan memang menyenangkan, terutama untuk ibu. Pasalnya, Anda dan si kecil bisa saling dandan bersama berdua. Namun, hati-hati, tidak semua tren kecantikan aman untuk Anda aplikasikan pada anak, salah satunya mewarnai rambut si kecil. 

Sebab, rambut anak-anak pada umumnya lebih halus dibanding rambut orang dewasa sehingga rambut mereka lebih rentan rusak akibat zat kimia dan faktor lingkungan.

Menurut Kendall Ong, ahli rambut, faktor hormonal memilii peran penting pada kondisi rambut dan kulit anak.

"Setelah mencapai pubertas baru rambut menjadi matang dan sampai pada kondisi rambut orang dewasa pada umumnya. Rambut yang lurus mungkin akan menjadi lebih ikal, sementara rambut yang tadinya ikal menjadi lurus. Setelah pubertas warna rambut, ketebalan, serta kondisi rambut mungkin berubah," katanya.

Senada dengan Ong, menurut Bonnie Harmon, warna rambut, ketebalan, dan lurus atau ikalnya rambut akan mengalami perubahan mulai dari kelahiran sampai pubertas.

Karena itulah melakukan tindakan pewarnaan atau tindakan lain yang menggunakan zat kimia pada rambut anak yang belum mencapai usia puber tidak disarankan. 

"Sebelum pubertas rambut anak biasanya lebih tebal dan lebih rapuh sehingga gampang rusak, bahkan oleh formula pewarna rambut yang lembut," kata Harmon. (Lusina)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×