Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Kompas TV | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia telah melaporkan adanya 3 kasus meninggal dunia diduga terkait Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya. Sejauh ini penularan diduga terjadi melalui oral dan pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim), dr Erwin Astha Triyono, SpPD menyarankan untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu, ia juga mengingatkan untuk mewaspadai risiko penularan di tempat umum.
"Selain itu, untuk sementara jangan berenang dulu di kolam renang umum, tidak bermain di playground, serta hindari menyentuh hand railing, knop pintu, dinding, dan lainnya yang sering dipegang orang," saran dr Erwin
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain selalu mencuci tangan dengan sabun, meminum air bersih yang matang, dan selalu menggunakan alat makan sendiri. Sedangkan terkait risiko penularan lewat pernapasan, protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak juga perlu dilakukan.
Baca Juga: Ada 15 Kasus Dugaan Hepatitis Akut di Indonesia, Catat Gejala dan Cara Mencegahnya
Melansir laman Kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan sampai saat ini masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mengkategorikan hepatitis misterius ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyakit ini sudah menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia.
WHO menjelaskan, rentang usia pasien yang diidentifikasi mengalami hepatitis akut misterius tersebut, sejauh ini ditemukan di antara bayi berusia satu bulan hingga remaja berusia 16 tahun.
Meski belum diketahui pasti penyebab penyakit Hepatitis Akut pada anak, dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI Hanifah Oswari menyebutkan bahwa dugaan awal disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll.
Baca Juga: Menkes: Saat Ini, Tercatat 15 Kasus Dugaan Hepatitis Akut Misterius di Indonesia
Virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.
Untuk mencegah risiko infeksi, Hanifah menyarankan agar orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan. Langkah awal yang bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
1. Jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun.
2. Memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang
3. Tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain
4. Menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat
5. Menerapkan protokol kesehatan COVID-19 seperti memakai masker, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas
Upaya lainnya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan Hepatitis Akut adalah pemahaman orang tua terhadap gejala awal penyakit Hepatitis Akut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













