Penyakit Menular

Hati-hati! Wanita yang konsumsi pil kontrasepsi lebih berisiko terjangkit corona

Selasa, 04 Agustus 2020 | 12:05 WIB   Reporter: Belladina Biananda
Hati-hati! Wanita yang konsumsi pil kontrasepsi lebih berisiko terjangkit corona

ILUSTRASI. wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi lebih berisiko terjangkit virus corona baru.

KONTAN.CO.ID - Waspada. Penelitian menunjukkan, wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi lebih berisiko terjangkit virus corona baru. Beberapa jenis obat pencegah kehamilan bisa menyebabkan penggumpalan darah dan menjadi lebih parah saat terinfeksi virus corona.

Penggumpalan darah atau dikenal dengan istilah thrombosis bisa menyebabkan kematian. Mengutip The Sun, satu dari tiga pasien Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, memiliki thrombosis.

Penelitian terbaru dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan, wanita hamil, yang mengonsumsi pil kontrasepsi, atau sedang menjalani hormone replacement therapy (HRT) memiliki risiko lebih besar terjangkit virus corona baru.

Hanya, Dr Daniel Spratt dari Maine Medical Center, Portland, AS mengatakan, butuh penelitian tambahan untuk mengidentifikasi, apakah wanita hamil perlu mendapat terapi anti-coagulation. Selain itu, guna menentukan, apakah konsumsi pil kontrasepsi dan HRT harus dihentikan atau tidak.

Menurut Spratt, virus corona bisa menyebabkan penggumpalan darah. Estrogen pada wanita hamil dan penerima HRT berpotensi mati akibat thrombosis.

Baca Juga: Obat iritasi kulit bayi, perlu diperhatikan agar kondisi tidak semakin parah

Biasanya, penggumpalan darah terjadi di kaki. Setelah itu, menjalar ke tubuh bagian atas hingga menyebabkan penyakit jantung atau stroke.

Mengutip The Sun, obat pencegah kehamilan bisa memunculkan risiko tersebut. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di The Journal Endocrinology menyebutkan, risiko penggumpalan darah pada wanita lebih besar saat terkena virus corona.

Hanya, hubungan antara penggumpalan darah dan virus corona, termasuk efek terapi estrogen dan kehamilan, cukup membingungkan. Karena itu, Spratt bilang, perlu penelitian yang melibatkan binatang dan bentuk jaringan untuk menjelaskannya.

Meski ada cara alternatif seperti menggunakan suntikan atau implan, The Sun melaporkan, obat pencegah kehamilan masih jadi favorit masyarakat Inggris. Lebih dari tiga juta wanita Inggris mengonsumsi obat itu, walau ada efek samping, seperti depresi atau perubahan mood.

Pada umumnya, penggumpalan darah pada wanita hanya terjadi 1 dibanding 1.000 perempuan. Namun, pandemi virus corona bisa membuat jumlah tersebut meningkat. Spratt mengatakan, risiko penggumpalan darah pada wanita hamil naik sebanyak empat hingga lima kali lipat.

Baca Juga: Pasca sembuh dari virus corona, waspada rambut rontok!

Editor: Belladina Biananda


Terbaru