kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Hati-hati, makan berlebih saat buka puasa bisa membuat gula darah naik


Selasa, 07 Mei 2019 / 12:44 WIB
Hati-hati, makan berlebih saat buka puasa bisa membuat gula darah naik


Sumber: Kompas.com | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah menahan lapar dan haus seharian, banyak orang yang tidak memilih makanan secara bijak saat waktu berbuka tiba. Yang diutamakan adalah makanan berat dan minuman manis sebanyak-banyaknya. 

Kalap makan ketika berbuka puasa tentu berdampak buruk bagi kesehatan. 

Menurut Ketua Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Hardinsyah, MS. PhD, makan berlebih bisa menyebabkan gula darah meningkat secara mendadak. 

Dampak langsung dari kelebihan atau kekurangan gula darah adalah efek mengantuk. Ketika kita mengantuk, aktivitas penting dan ibadah pun berpotensi dilalaikan. 
"Kalau ngantuk saja bisa membuat kita tidak bisa ibadah. Jadi tata cara puasa dan makan harus yang baik dan benar, jangan berlebihan," kata Hardinsyah beberapa waktu lalu di Jakarta. 

Untuk membantu tubuh dalam penyerapan glukosa secara maksimal, kita perlu memiliki sensitivitas insulin. Kadar hormon insulin dalam tubuh kita harus dipacu agar meningkat. 

Ketika kenaikan gula darah tidak terkendali, lama kelamaan kita beresiko menderita diabetes. 

Makan berlebih juga tidak baik bagi lambung karena dipaksa mencerna makanan melebihi kapasitas yang biasa dicernanya. 
"Yang biasa mencerna satu kilo, misalnya, sekarang lebih banyak. Akhirnya terasa sakit, radang lambung dan akan berefek ke tekanan darah, dan sebagainya," ujar Hardinsyah. 

Di samping itu, makan berlebih yang berlangsung dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan kegemukan dan obesitas. 

Data kesehatan menyebutkan, sebanyak 37,8% penduduk remaja dan dewasa Indonesia mengalami kegemukan dan obesitas. 
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2018, 85%-nya mengalami kegemukan pada bagian perut. 

Hardinsyah menambahkan, dalam 11 tahun terakhir angka ini meningkat hampir dua kali lipatnya dengan peningkatan sekitar 2% setiap tahunnya. 

Banyak studi menyebutkan, kondisi ini bisa memicu sejumlah penyakit seperti hiperglikemia (gula tinggi), kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, stroke, pecah pembuluh darah di otak, penyempitan pembuluh darah di jantung, kencing manis, kanker, dan lainnya. 

"Gemuk dan obesitas membuat diri kita sendiri tidak nyaman dan berisiko," tuturnya. (Nabilla Tashandra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul: "Makan Berlebih saat Buka Puasa Bikin Gula Darah Melonjak"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×