kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Hasil studi temukan antibodi corona hanya bertahan 2-3 bulan, ini artinya


Sabtu, 20 Juni 2020 / 10:26 WIB
ILUSTRASI. tes antibodi corona


Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

Apa artinya bagi kita? Walaupun studi ini tergolong kecil, para peneliti berkata bahwa temuan mereka bisa menjadi bahan perhitungan para pemimpin negara sebelum mengeluarkan "paspor imunitas". 

Untuk diketahui, beberapa negara sedang mempertimbangkan ide "paspor imunitas" untuk orang-orang yang memiliki antibodi terhadap Covid-19. Asumsinya, antibodi bisa melindungi seseorang dari infeksi ulang virus corona sehingga mereka boleh bekerja atau berpergian di tengah pandemi. 

Akan tetapi, seperti diakui oleh tim peneliti sendiri, hingga kini dunia kesehatan belum mengetahui apakah antibodi terhadap Covid-19 memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut. 

Baca Juga: Dokter Reisa ingatkan belum ada obat Covid-19 dan jangan mengobati diri sendiri

Selain paspor imunitas, temuan baru ini juga menjadi ganjalan bagi para pengembang vaksin Covid-19. Pasalnya, vaksin bekerja dengan memicu tubuh untuk menghasilkan antibodi yang melawan Covid-19. 

Apabila antibodi terhadap Covid-19 memang benar memberikan kekebalan, maka waktu ketahanannya yang singkat di dalam tubuh, yakni 2-3 bulan menurut studi ini, tidak akan terlalu menjanjikan dalam upaya melawan Covid-19. (Shierine Wangsa Wibawa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi Temukan Antibodi Corona Hanya Bertahan 2-3 Bulan, Ini Artinya".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×