Golongan Darah A, B, dan AB Paling Berisiko Terkena Serangan Jantung, Hati-hati!

Rabu, 21 September 2022 | 09:32 WIB Sumber: Kompas.com
Golongan Darah A, B, dan AB Paling Berisiko Terkena Serangan Jantung, Hati-hati!

ILUSTRASI. Ada sejumlah orang yang memiliki golongan darah tertentu memiliki risiko besar terkena serangan jantung.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada sejumlah orang yang memiliki golongan darah tertentu memiliki risiko besar terkena serangan jantung. 

Berdasarkan hasil penelitian, para peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan golongan darah A, B, dan AB mungkin memiliki risiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular – terutama serangan jantung – daripada orang-orang dengan golongan darah O. 

Melansir dari Medical News Today, penulis utama studi Tessa Kole, dari University Medical Center Groningen di Belanda, mengatakan bahwa temuan mereka menunjukkan bahwa profesional kesehatan harus mempertimbangkan golongan darah seseorang ketika menilai risiko kardiovaskular mereka. 

Ada beberapa faktor risiko serangan jantung yang bisa diatasi, seperti pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan merokok. 

Baca Juga: Hati-hati! Ini 5 Makanan Pemicu Penyakit Jantung, Perlu Diwaspadai

Namun, beberapa faktor risiko serangan jantung tidak dapat diubah, seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga penyakit jantung. Studi baru menunjukkan bahwa golongan darah harus ditambahkan ke daftar tersebut. 

Dalam penelitian tersebut, Kole dan tim sampai pada temuan mereka dengan melakukan meta-analisis studi yang melaporkan golongan darah peserta dan kejadian kardiovaskular, termasuk serangan jantung, penyakit jantung, gagal jantung, dan kematian kardiovaskular. 

Baca Juga: Bisa membantu meredakan diabetes melitus, ini manfaat buncis untuk kesehatan

Data tersebut mencakup lebih dari 1,3 juta orang dewasa yang merupakan bagian dari 11 kohort di sembilan studi. Para peneliti menggunakan data untuk menilai bagaimana setiap golongan darah dapat memengaruhi risiko kejadian koroner, gabungan kejadian kardiovaskular, dan kejadian koroner yang fatal. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru