Gejala-gejala Varian Ketiga Omicron Bernama BA.3 Berdasarkan WHO

Selasa, 08 Maret 2022 | 03:57 WIB Sumber: dmerharyana.org,Times of India
Gejala-gejala Varian Ketiga Omicron Bernama BA.3 Berdasarkan WHO

ILUSTRASI. WHO membawa kabar buruk. Yakni ditemukan lagi varian ketiga Omicron yang dinamakan BA.3. REUTERS/Dado Ruvic


KONTAN.CO.ID -  NEW DELHI. Badan Organisasi Dunia (WHO) membawa kabar buruk. Yakni ditemukan lagi varian ketiga Omicron yang dinamakan BA.3. 

Melansir Times of India, pada 5 Maret 2022, Maria Van Kerkhove, Infectious Disease Epidemiologist and COVID-19 Technical Lead di World Health Organization (WHO), mengatakan bahwa ada kesamaan dalam hal keparahan antara subvarian BA.2 dan BA.1 dari Omicron. Dia juga menambahkan bahwa di antara semua silsilah Omicron ada juga silsilah BA.3.

Meskipun gelombang ketiga COVID berkurang, tingkat risikonya tetap sama seperti sebelumnya. 

Sementara di satu sisi, pernyataan ini memberikan secercah harapan bahwa subvarian BA.2 dari Omicron yang dianggap parah adalah ringan seperti subvarian BA.1. Tetapi di sisi lain, dengan laporan subvarian lain juga memberikan pesan bahwa pandemi belum berakhir. Itu artinya, virus corona masih merupakan virus berbahaya yang mengintai di sekitar kita.

Varian Omicron pertama kali terdeteksi pada November dan pada 26 November, WHO menetapkannya sebagai variant of concern. 

Baca Juga: Omicron Kian Menyebar, China Catat Kasus Harian Covid-19 Tertinggi dalam 2 Tahun

"Yang paling menonjol yang telah terdeteksi di seluruh dunia adalah BA.1, BA.1.1 dan BA.2. Ada juga BA.3 dan sub silsilah lainnya," kata Maria Van Kerkhove.

Sekilas soal varian Omicron BA.3

Sesuai informasi WHO, Omicron termasuk garis keturunan Pango B.1.1.529 dan garis keturunan Pango BA.1, BA.1.1, BA.2 dan BA.3.

Sebuah studi penelitian yang diterbitkan pada 18 Januari 2022 di Journal of Medical Virology juga telah mengkonfirmasi keberadaan sub-garis keturunan BA.3.

"Studi kami menemukan bahwa tidak ada mutasi spesifik untuk garis keturunan BA.3 pada protein spike. Sebaliknya, ini adalah kombinasi mutasi pada protein spike BA.1 dan BA.2," kata studi tersebut. 

Studi tersebut menambahkan bahwa sub silsilah BA.3 pertama kali terdeteksi di barat laut Afrika Selatan. Sesuai penelitian pada 11 Januari 2022 dari total sekuens genom yang dikirimkan ke database GISAID hanya 0,013% yang merupakan subvarian BA.3 Omikron dan yang tertinggi adalah BA.1. 

Baca Juga: Long Covid Bisa Berefek Buruk, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru