kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Gejala baru Covid-19 berkepanjangan: Halusinasi mencium bau menyengat


Selasa, 29 Desember 2020 / 04:00 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LONDON. Orang yang menderita Covid-19 yang berkepanjangan melaporkan adanya gejala baru yang mereka rasakan. Yakni, halusinasi mencium bau menyengat seperti bau ikan yang amis, belerang, dan bau manis yang tidak enak. Disinyalir, ini merupakan gejala virus tahap lanjutan.

Melansir Sky News, efek samping yang tidak biasa ini dikenal sebagai parosmia - yang berarti distorsi penciuman - dan mungkin memengaruhi kaum muda dan petugas kesehatan secara tidak proporsional.

Ahli bedah telinga, hidung dan tenggorokan (THT) Profesor Nirmal Kumar menyebut gejala tersebut "sangat aneh dan sangat unik".

Prof Kumar, yang juga presiden THT Inggris, termasuk di antara petugas medis pertama yang mengidentifikasi anosmia - hilangnya penciuman - sebagai indikator virus corona pada bulan Maret.

Baca Juga: Kenali, berikut gejala virus corona tak biasa alias kurang umum menurut WHO

Dia mendesak Kesehatan Masyarakat Inggris untuk menambahkan anosmia ke dalam daftar gejala beberapa bulan sebelum menjadi panduan resmi.

Prof Kumar sekarang mencatat bahwa di antara ribuan pasien yang dirawat karena anosmia jangka panjang di seluruh Inggris, beberapa mengalami parosmia.

Baca Juga: Tingkat kematian tinggi, 1 dari 1.000 warga AS meninggal akibat corona




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×