Epidemiolog sebut ada potensi omicron sudah masuk, perlu mitigasi

Selasa, 30 November 2021 | 11:05 WIB   Reporter: Abdul Basith Bardan
Epidemiolog sebut ada potensi omicron sudah masuk, perlu mitigasi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menyebut terdapat potensi telah masuknya varian omicron virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Hal itu mengingat varian tersebut telah berkembang sebelum ditemukan di Afrika Selatan. Selain itu, Dicky pun menyebut surveillance genomic Indonesia masih lemah."Kemampuan dalam mendeteksi keberadaan varian ini juga sangat kurang," ujar Dicky saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (29/11).

Dikcy bilang surveillance genomic Indonesia perlu ditingkatkan mencapai 1% dari total kasus Covid-19. Selain peningkatan Whole genome sequencing, upaya deteksi pun perlu digenjot.

Baca Juga: Risiko penyakit ini semakin tinggi setelah terinfeksi Covid-19

Antara lain dengan peningkatan testing, tracing, dan treatment (3T). Selain itu upaya pencegahan dengan menerapkan protokol mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker perlu tetap dilakukan disamping persiapan menghadapi lonjakan kasus. "Harus ada langkah mitigasi terutama di dalam negeri, karena ini masalah waktu," ungkap Dicky.

Sebagai informasi, menanggapi varian omicron, pemerintah telah menetapkan sejumlah protokol baru. Termasuk menutup penerbangan dari pelaku perjalan dengan riwayat 14 hari di wilayah yang diketahui terdapat varian omicron.

Langkah tersebut dinilai tepat dalam mengulur waktu masuknya varian omicron. Namun, langkah itu bukan menjadi solusi utama atas penanganan varian omicron. "Secara ilmiah langkah itu tidak bisa efektif menghentikan masuknya (virus)," terangnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Bisnis Perkantoran Masih Tertekan Efek Pandemi, Harga Sewa dan Okupansi Menyusut

Editor: Handoyo .
Terbaru