kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Epidemiolog sarankan kartu Vaksin Covid-19 jadi syarat naik transportasi publik


Rabu, 08 September 2021 / 13:05 WIB


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pencegahan diri dan perlindungan terhadap sesama dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal itu salah satunya perlu dilakukan untuk menekan penyebaran virus Covid-19. 

Tak hanya penerapan protokol kesehatan di rumah, tempat kerja namun juga protokol kesehatan perlu diketatkan dalam layanan transportasi publik. Hal ini lantaran sebagian banyak orang justru menggunakan layanan publik untuk aktivitas sehari-hari seperti kerja, kuliah dan lain-lain. 

Menanggapi hal itu, Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menyebutkan satu hal yang perlu diketahui dalam menerapkan protokol kesehatan di layanan transportasi publik adalah transparansi dengan data kasus Covid-19 di berbagai daerah seperti di Jabodetabek. 

Baca Juga: Tempat ibadah dibuka terbatas, tetap jalankan protokol kesehatan dengan maksimal

“secara umum masih banyak laporan yang belum merepresentasikan kondisi sesungguhnya di masyarakat sehingga ini menjadi adanya gep antara pemahaman resiko di benak masyarakat dan yang sebenarnya terjadi. Karena apabila dalam suatu wilayah kasusnya tinggi mau prokes apapun, mau sudah vaksin tetap akan berisiko tinggi,” jelas dia kepada Kontan.co.id, Selasa (7/9). 

Meski demikian, terkait protokol kesehatan dalam layanan publik perlu juga diterapkan syarat vaksinasi Covid-19 namun harus memperhatikan cakupan wilayah vaksinasi juga. Menurutnya, syarat Vaksinasi Covid-19 satu kali sudah bisa menjadi syarat bagi penumpang, sehingga tak harus dua kali untuk menggunakan moda transportasi publik.

“Karena utamanya yang perlu dikejar adalah tracing, testing dan treatment 3T. Serta juga penyediaan rapid test antigen terutama di pelabuhan dan kereta api,” katanya. 

Selain itu menurutnya, dalam layanan transportasi tentu harus dibatasi kapasitas masyarakat yakni 50% sampai betul-betul orang atau penumpang terbiasa. Dengan demikian, apabila penumpang terbiasa maka penurunan Covid-19 akan semakin cepat. 

Di samping itu, Dicky mengatakan juga, layanan publik perlu memperhatikan kebersihan dan sirkulasi udaranya dan fasilitas untuk testing. “Dan juga lebih bagus lagi kalau sistem ticket nya online jadi mengurangi sentuhan dari banyak orang,” tutupnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya: Kiat sejumlah eksekutif perusahaan cegah penularan Covid-19 di tempat tinggal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×